Panduan
Belajar menulis konten: bahasa baku, konten web, copywriting, UX writing, dan laporan
Panduan belajar menulis konten untuk kerja: kenapa bahasa baku jadi fondasi, bagaimana orang membaca di layar, cara menyusun halaman web yang mudah dipindai, perbedaan copywriting dan UX writing, serta menulis laporan kerja. Berisi urutan lima kelas gratis, aturan tertulis dari EYD V, GOV.UK, dan Microsoft yang bisa langsung dipakai, daftar periksa penyuntingan, dan batas yang jujur tentang apa yang tidak diajarkan.
Ditulis Redaksi KelasGratis · Terbit
Untuk Penulis konten pemula, staf pemasaran dan humas, admin media sosial, dan siapa pun yang diminta menulis halaman web, iklan, teks aplikasi, atau laporan di tempat kerja.

Jawaban singkatnya: belajar menulis konten untuk kerja sebaiknya dimulai dari bahasa baku, lalu menulis untuk web, baru kemudian bentuk khusus seperti copywriting, UX writing, dan laporan. Semua bentuk itu punya aturan tertulis yang bisa diperiksa: ejaan di EYD V, bahasa lugas di panduan GOV.UK, pesan galat di GOV.UK Design System, dan gaya teks antarmuka di Microsoft Writing Style Guide. Penilaian redaksi di artikel ini berdasarkan sumber yang dicantumkan di bagian akhir.
Artikel ini membahas tulisan fungsional, yaitu tulisan yang tugasnya membuat pembaca paham atau bertindak. Menulis fiksi, puisi, atau esai pribadi tidak dibahas.
Apa urutan kelas untuk belajar menulis konten?
| Urutan | Kelas | Apa yang dipelajari | Level |
|---|---|---|---|
| 1 | Bahasa Indonesia Baku untuk Kerja | Huruf kapital, huruf miring, kata berimbuhan, kata depan, singkatan, angka, tanda baca, kata baku dan KBBI, unsur serapan, kalimat efektif. 16 pelajaran, 51 latihan, 225 menit. | Pemula |
| 2 | Menulis Konten Web | Kebutuhan pengguna, bahasa lugas, panjang kalimat, piramida terbalik, subjudul, daftar dan tabel, teks tautan, halaman FAQ, menyunting. 13 pelajaran, 43 latihan, 187 menit. | Pemula |
| 3 | Copywriting Dasar | Fitur dan manfaat, AIDA, judul dan ajakan bertindak, batas iklan penelusuran, klaim yang dilarang, bukti sosial, uji A/B. 13 pelajaran, 43 latihan, 201 menit. | Pemula |
| 4 | UX Writing | Teks tombol, label dan petunjuk kolom, pesan galat dan keberhasilan, dialog destruktif, keadaan kosong, konsistensi istilah, teks untuk pembaca layar. 14 pelajaran, 46 latihan, 206 menit. | Pemula |
| 5 | Menulis Laporan Kerja | Memo, laporan kegiatan, laporan formal, ringkasan eksekutif, proposal, tabel dan gambar, notula rapat, menyunting laporan. 13 pelajaran, 43 latihan, 203 menit. | Pemula |
Totalnya 69 pelajaran, 226 latihan, dan 1.022 menit, sekitar 17 jam. Kelas kedua sampai kelima bisa diambil sesuai kebutuhan pekerjaan setelah kelas pertama. Jalur Menulis untuk Kerja menyusun kelima kelas ini bersama email kerja dan sitasi; jalur Komunikasi di Tempat Kerja memuat bahasa baku bersama keterampilan lisan.
Kenapa harus mulai dari bahasa baku?
Karena kesalahan ejaan adalah kesalahan yang paling mudah dilihat pembaca dan paling mudah dicegah. EYD V, pedoman ejaan resmi yang diterbitkan di laman Badan Bahasa, mengatur hal-hal yang terus muncul di tulisan kerja: huruf kapital untuk jabatan dan nama lembaga, penulisan kata depan “di” yang dipisah dari kata tempat, singkatan, angka, dan tanda baca. KBBI daring menjadi rujukan untuk memeriksa kata baku.
Contoh kecil yang sering tertukar: EYD V memakai tanda koma di antara unsur perincian, termasuk sebelum “dan”, seperti pada contoh resminya “Buku, majalah, dan jurnal termasuk sumber kepustakaan.” Aturan seperti ini membuat penyuntingan tidak lagi bergantung pada selera siapa yang memeriksa.
Bagaimana orang membaca tulisan di layar?
Sebagian besar memindai, bukan membaca kata demi kata. Studi Nielsen Norman Group tahun 1997 mencatat 79 persen peserta uji selalu memindai halaman baru dan hanya 16 persen membaca kata demi kata. Dalam studi yang sama, versi halaman yang ringkas, mudah dipindai, dan bernada objektif sekaligus menghasilkan kegunaan 124 persen lebih baik daripada versi promosi. Studinya lama dan pesertanya bukan pembaca Indonesia, jadi redaksi membacanya sebagai arah, bukan angka pasti.
- Letakkan hal terpenting di awal halaman dan di awal paragraf (piramida terbalik).
- Pakai subjudul yang menjelaskan isi bagian, bukan subjudul yang lucu tetapi samar.
- Pecah kalimat panjang. Panduan GOV.UK menyarankan memecah kalimat yang lebih dari 25 kata.
- Pakai kalimat aktif dan kata yang umum. GOV.UK memberi contoh memilih “buy” daripada “purchase”; padanannya dalam bahasa Indonesia misalnya “beli” daripada “melakukan pembelian”.
- Tulis teks tautan yang menyebut tujuannya, bukan “klik di sini”.
Apa beda copywriting dan UX writing?
Copywriting bertugas membujuk orang untuk mencoba atau membeli; UX writing bertugas membantu orang menyelesaikan tugas di dalam produk. Copywriting diukur dengan klik dan konversi, dan dibatasi aturan platform: iklan penelusuran responsif Google Ads, misalnya, menampung sampai 15 judul dan 4 deskripsi yang masing-masing punya batas karakter. UX writing diukur dari apakah pengguna berhasil menyelesaikan tugasnya tanpa bingung.
Pesan galat adalah contoh terbaik aturan UX writing. GOV.UK Design System meminta pesan galat menjelaskan apa yang salah dan cara memperbaikinya, serta menghindari jargon teknis, kata yang menyalahkan, kata “mohon”, “maaf”, “valid” dan “tidak valid”, dan nada bercanda seperti “ups”. Bandingkan “Input tidak valid” dengan “Masukkan nomor HP yang diawali 08”. Yang kedua memberi tahu pengguna apa yang harus dilakukan.
Bagaimana menyunting tulisan sebelum terbit?
- Baca ulang dengan satu pertanyaan: apa yang harus diketahui atau dilakukan pembaca setelah membaca ini? Kalau jawabannya tidak ada di paragraf pertama, pindahkan ke sana.
- Periksa ejaan dan kata baku: huruf kapital, kata depan, singkatan, angka. Buka KBBI untuk kata yang meragukan.
- Pendekkan kalimat yang lebih dari 25 kata dan ubah kalimat pasif yang menyembunyikan pelakunya.
- Periksa angka, tanggal, dan tenggat terhadap sumbernya. Kesalahan tanggal lebih merugikan daripada kesalahan gaya.
- Periksa teks tautan, subjudul, dan panjang judul. Penghitung kata dan alat pratinjau hasil pencarian di halaman Alat membantu untuk dua hal terakhir.
- Baca dengan suara keras. Microsoft menyarankan menulis seperti berbicara; kalimat yang membuatmu tersandung saat dibaca biasanya juga membuat pembaca tersandung.
Apa yang tidak diajarkan kelas-kelas ini?
- Gaya dan daya bujuk. Kelas Copywriting Dasar menyatakan terang-terangan bahwa yang diuji adalah aturan tertulis dan kerangka bernama, bukan apakah naskahmu menarik di pasar sungguhan. Suara tulisan terbentuk dari banyak menulis dan dibaca orang lain.
- Menulis panjang secara bebas. Latihannya berupa pilihan dan pemeriksaan terhadap aturan, bukan esai yang dinilai manusia. Untuk itu, minta rekan menyunting tulisanmu.
- Strategi konten dan kalender editorial. Menentukan topik apa yang ditulis, untuk saluran apa, dan kapan, tidak dibahas mendalam.
- SEO mendalam. Menulis Konten Web membahas keterbacaan, sedangkan title, meta description, dan data terstruktur ada di kelas SEO untuk Halaman Web yang berlevel Menengah.
- Menulis dalam bahasa Inggris. Semua kelas ini memakai kaidah bahasa Indonesia.
Pertanyaan yang sering muncul
Dari mana mulai belajar menulis konten?
Mulai dari Bahasa Indonesia Baku untuk Kerja agar ejaan dan tanda baca tidak lagi jadi masalah, lalu Menulis Konten Web untuk struktur halaman. Setelah itu pilih Copywriting Dasar, UX Writing, atau Menulis Laporan Kerja sesuai pekerjaanmu.
Apa beda copywriting dan UX writing?
Copywriting membujuk orang untuk mencoba atau membeli dan diukur dengan klik serta konversi. UX writing membantu orang menyelesaikan tugas di dalam aplikasi atau situs, misalnya lewat label tombol dan pesan galat yang jelas.
Berapa panjang kalimat yang ideal untuk konten web?
Tidak ada angka tunggal yang pasti, tetapi panduan GOV.UK menyarankan memecah kalimat yang lebih dari 25 kata. Kalimat pendek lebih mudah dipindai, terutama di layar ponsel.
Apakah perlu hafal EYD untuk menulis konten?
Tidak perlu hafal semuanya. Yang perlu adalah tahu aturan yang sering dipakai, seperti huruf kapital, kata depan, singkatan, angka, dan tanda koma, lalu terbiasa membuka EYD V dan KBBI daring ketika ragu.
Berapa lama menyelesaikan kelima kelas menulis ini?
Materinya sekitar 17 jam. Dengan satu jam sehari, perkiraan redaksi tiga sampai empat minggu, lebih cepat bila kamu hanya mengambil kelas yang sesuai pekerjaanmu setelah kelas bahasa baku.