Lompat ke konten utama

Kompetisi Ajak Teman: hadiah total Rp1.000.000 tunai untuk 3 pengajak terbanyak. Berakhir 29 November 2026. Ikut kompetisi

Masuk

Panduan

Kisi-kisi SKD CPNS dan sekolah kedinasan: isi TWK, TIU, dan TKP, cara hitung nilai, ambang batas, dan peringkat

Kisi-kisi Seleksi Kompetensi Dasar CPNS dan sekolah kedinasan dibaca langsung dari keputusan Menteri PANRB: apa yang diukur TWK, TIU, dan enam aspek TKP, cara menghitung nilai tiap tes, ambang batas formasi umum dan sekolah kedinasan 2026, alasan peringkat tetap menentukan, serta cara bobot TKP di simulasi kami ditulis karena BKN tidak menerbitkan bobot per opsi.

Ditulis Redaksi KelasGratis · Terbit

Untuk Pelamar CPNS dan calon taruna atau praja sekolah kedinasan yang ingin tahu persis apa yang diukur SKD dan bagaimana nilainya dihitung sebelum berlatih.

Kisi-kisi SKD tidak perlu dicari di kumpulan soal atau unggahan media sosial. Isinya ditulis dalam keputusan Menteri PANRB yang terbit untuk setiap seleksi: apa yang diukur tiap tes, berapa soalnya, berapa lama, berapa nilai tiap jawaban, dan berapa ambang batasnya. Artikel ini merangkum dua keputusan terbaru dan menjelaskan apa artinya bagi cara berlatih. Penilaian redaksi di artikel ini berdasarkan sumber yang dicantumkan di bagian akhir.

Di mana kisi-kisi resmi ditulis

Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2024 Pasal 30 menyebut SKD memakai CAT BKN dan terdiri atas tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP). Rinciannya ada di keputusan menteri untuk tiap seleksi. Untuk CPNS 2024, Kepmen PANRB 321/2024 ditetapkan 29 Juli 2024. Untuk sekolah kedinasan 2026, Kepmen PANRB 406/2026 ditetapkan 27 Juli 2026. Diktum KEDUA kedua keputusan itu memuat materi SKD dengan rumusan yang sama, dan itulah kisi-kisi resminya.

Tabel berikut dirakit dari cetak biru yang sama dengan simulasi SKD kami, yang dicocokkan ke Kepmen PANRB 321/2024. Waktu 100 menit adalah satu durasi untuk seluruh SKD (Diktum KETIGA), bukan waktu per tes, jadi pembagian waktu antartes kamu atur sendiri. Kepmen yang sama memberi waktu 130 menit bagi pelamar penyandang disabilitas sensorik netra yang melamar pada kebutuhan khusus penyandang disabilitas.

BagianSoalWaktuAmbang
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)30—65
Tes Intelegensia Umum (TIU)35—80
Tes Karakteristik Pribadi (TKP)45—166
Total110100 menit—

TWK: lima hal yang diukur

  • Nasionalisme: mewujudkan kepentingan nasional melalui cita-cita dan tujuan yang sama sambil mempertahankan identitas nasional.
  • Integritas: menjunjung kejujuran, ketangguhan, komitmen, dan konsistensi sebagai satu sikap untuk mencapai tujuan nasional.
  • Bela negara: berperan aktif mempertahankan eksistensi bangsa dan negara.
  • Pilar negara: memahami dan mengamalkan nilai Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
  • Bahasa negara: memakai bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Perhatikan kata yang dipakai keputusan itu: TWK menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan kelima hal tersebut. Karena itu soal TWK tidak hanya menanyakan bunyi pasal, tetapi juga penerapannya dalam situasi. Pilar negara dan bahasa negara bisa dilatih dari naskah resminya; panduan Cara belajar TWK CPNS dari naskah resmi di rak yang sama menjelaskan caranya.

TIU: verbal, numerik, dan figural

KemampuanIsi menurut Diktum KEDUA huruf bKelas latihan
VerbalAnalogi kata, silogisme (menarik kesimpulan dari dua pernyataan), dan analitis (menganalisis informasi lalu menyimpulkan)Penalaran Verbal untuk analogi; Penalaran Logis untuk silogisme dan soal analitis
NumerikBerhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, dan soal ceritaPenalaran Numerik
FiguralAnalogi gambar, ketidaksamaan (melihat perbedaan beberapa gambar), dan serial (pola dalam bentuk gambar)Belum ada kelasnya; latihannya ada di simulasi

TKP: enam aspek

  • Pelayanan publik: bersikap ramah dan efektif dalam memenuhi kebutuhan orang lain sesuai tugas dan wewenang.
  • Jejaring kerja: membangun hubungan, bekerja sama, berbagi informasi, dan berkolaborasi.
  • Sosial budaya: beradaptasi dan bekerja efektif di masyarakat yang majemuk.
  • Teknologi informasi dan komunikasi: memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja.
  • Profesionalisme: melaksanakan tugas dan fungsi sesuai tuntutan jabatan.
  • Anti radikalisme: pengetahuan tentang anti radikalisme serta kecenderungan bersikap dan bertindak saat menghadapi beberapa alternatif situasi.

Soal TKP berbentuk situasi kerja dengan beberapa pilihan sikap. Kelas Kompetensi ASN tidak membahas TKP secara langsung, karena isinya kompetensi manajerial dan sosial kultural yang dipakai seleksi PPPK, tetapi aspek pelayanan publik, kerja sama, dan perekat bangsa di kelas itu beririsan dengan aspek TKP di atas.

Cara menghitung nilai

Diktum KETUJUH Kepmen 321/2024 mengatur bobotnya. Untuk TWK dan TIU, jawaban benar bernilai 5, sedangkan jawaban salah dan soal yang tidak dijawab sama-sama bernilai 0. Untuk TKP, setiap pilihan bernilai paling rendah 1 dan paling tinggi 5, dan hanya soal yang tidak dijawab yang bernilai 0. Akibatnya jelas: di TWK dan TIU menebak tidak mengurangi nilai, dan di TKP setiap soal yang dijawab pasti menambah nilai.

TesSoalNilai tiap soalNilai maksimumAmbang formasi umum
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)30Benar 5; salah atau kosong 015065
Tes Intelegensia Umum (TIU)35Benar 5; salah atau kosong 017580
Tes Karakteristik Pribadi (TKP)45Tiap pilihan 1 sampai 5; kosong 0225166
Total110—550Tiap tes harus lolos ambangnya sendiri

Ambang batas: formasi umum CPNS dan sekolah kedinasan 2026

Untuk CPNS 2024, Diktum KEDUA BELAS Kepmen 321/2024 menetapkan ambang TWK 65, TIU 80, dan TKP 166. Ambang itu berlaku untuk kebutuhan umum dan kebutuhan khusus putra/putri Kalimantan. Kebutuhan khusus lain memakai nilai kumulatif: lulusan terbaik berpredikat cumlaude dan diaspora paling rendah 311 dengan TIU paling rendah 85; penyandang disabilitas, putra/putri Papua, dan putra/putri daerah tertinggal paling rendah 286 dengan TIU paling rendah 60.

Untuk SKD sekolah kedinasan 2026, Kepmen PANRB 406/2026 Diktum KEDELAPAN menetapkan TWK 65, TIU 80, dan TKP 156. Peserta dari daerah tertentu yang mendapat afirmasi, sesuai usulan kementerian atau lembaga penyelenggara yang disetujui Menteri, memakai nilai kumulatif paling rendah 281 dengan TIU paling rendah 55 (Diktum KESEPULUH). Jumlah soal, waktu, bobot nilai, dan nilai maksimumnya sama dengan SKD CPNS (Diktum KETIGA sampai KEENAM). Simulasi kami membandingkan hasilmu dengan ambang formasi umum CPNS, jadi peserta sekolah kedinasan perlu membandingkan nilai TKP-nya sendiri dengan ambang di keputusan ini.

Lolos ambang belum berarti lulus SKD

Untuk CPNS, PermenPANRB 6/2024 Pasal 31 ayat (5) membatasi pengumuman hasil SKD paling banyak tiga kali jumlah kebutuhan jabatan, diambil dari peringkat tertinggi di antara peserta yang memenuhi ambang. Jadi pelamar yang lolos ketiga ambang masih bisa tidak lanjut kalau peringkatnya di bawah batas itu. Bila ada nilai yang sama tepat di batas, ayat (6) menentukan urutannya mulai dari nilai TKP, lalu TIU, lalu TWK; bila masih sama, ayat (7) mengikutkan semua pelamar itu ke SKB.

Dua hal mengikuti dari aturan itu. Pertama, sasaran berlatih bukan sekadar menyentuh ambang, karena setiap poin di atas ambang bisa menentukan peringkat. Kedua, TKP menjadi penentu pertama saat nilai sama. Untuk sekolah kedinasan, Kepmen 406/2026 hanya mengatur SKD dan ambangnya; tahap sesudah SKD tidak diatur dalam keputusan itu.

Cara bobot TKP di simulasi kami ditulis

Kepmen hanya menyebut rentang nilai 1 sampai 5 untuk setiap pilihan TKP. BKN tidak menerbitkan bobot tiap pilihan, jadi bobot TKP di tryout mana pun, termasuk tryout kami, adalah tafsiran penulisnya. Bobot di simulasi kami ditulis KelasGratis dengan satu tangga tetap untuk semua soal, berdasarkan perilaku nilai dasar ASN di UU 20/2023 Pasal 4 ayat (2): berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

  1. Nilai 5: melakukan perilaku yang disebut pasal itu dan menuntaskannya dalam wewenang sendiri.
  2. Nilai 4: perilakunya benar, tetapi diserahkan ke pihak lain atau ditunda.
  3. Nilai 3: prosedural atau pasif, tidak melanggar tetapi tidak menyelesaikan masalah.
  4. Nilai 2: mendahulukan kenyamanan diri tanpa melanggar aturan.
  5. Nilai 1: bertentangan langsung dengan perilaku yang disebut pasal itu.

Setiap pilihan menempati tepat satu anak tangga, dan pembahasan tiap soal menyebut alasan kelima pilihan beserta huruf dan angka pasalnya. Kalau dua pilihan bisa dibela untuk anak tangga yang sama, soal itu dibuang. Dengan cara ini kamu bisa memeriksa sendiri alasan setiap nilai, tetapi skor TKP di simulasi tetap perkiraan, bukan ramalan skor TKP resmi.

Catatan simulasi SKD kami, apa adanya

  • BKN tidak menerbitkan bobot per opsi TKP. Bobot di sini ditulis KelasGratis memakai satu tangga tetap yang diturunkan dari perilaku nilai dasar ASN (UU 20/2023 Pasal 4 ayat (2)) dan enam aspek TKP (Kepmen PANRB 321/2024), jadi skor TKP adalah perkiraan, bukan ramalan skor resmi.
  • Untuk SKD Sekolah Kedinasan 2026 ambang TKP-nya 156, sedangkan TWK 65 dan TIU 80 sama; peserta daerah afirmasi memakai nilai kumulatif minimal 281 dengan TIU minimal 55 (Kepmen PANRB 406/2026, Diktum KEDELAPAN dan KESEPULUH). Hasil di sini dibandingkan dengan ambang CPNS formasi umum.
  • Ambang batas berlaku untuk formasi umum seleksi 2024 dan bisa berubah tiap seleksi. Lolos ambang belum berarti lulus SKD, karena peserta juga diperingkat terhadap jumlah formasi.
  • Soal figural TIU hanya 3 per paket. Kelima pilihannya tergambar di dalam satu gambar dan ditandai Gambar A sampai Gambar E.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah menjawab asal di TWK dan TIU mengurangi nilai?

Tidak. Kepmen PANRB 321/2024 Diktum KETUJUH memberi nilai 0 untuk jawaban salah maupun soal yang tidak dijawab, jadi menebak tidak membuat nilaimu berkurang. Di TKP, soal kosong bernilai 0 sementara pilihan apa pun bernilai paling rendah 1.

Berapa nilai maksimum SKD?

Nilai maksimum SKD 550: TWK 150, TIU 175, dan TKP 225. Angka ini sama di Kepmen PANRB 321/2024 untuk CPNS dan Kepmen PANRB 406/2026 untuk sekolah kedinasan.

Apakah nilai SKD CPNS 2024 bisa dipakai di seleksi berikutnya?

Diktum KESEMBILAN Kepmen PANRB 321/2024 menyatakan nilai SKD seleksi 2024 berlaku sampai seleksi CPNS satu periode berikutnya. Diktum KESEPULUH menambahkan bahwa kalau kamu ikut seleksi pada periode berikutnya, nilai SKD periode sebelumnya tidak berlaku lagi.

Apakah bobot TKP di simulasi ini sama dengan bobot BKN?

Belum tentu, karena BKN tidak menerbitkan bobot tiap pilihan. Bobot kami ditulis dengan satu tangga tetap yang diturunkan dari UU 20/2023 Pasal 4 ayat (2), dan pembahasan tiap soal menunjukkan alasannya supaya bisa kamu periksa sendiri.

Lanjut dari sini

Bagian dari panduan Latihan soal penalaran tes kerja: numerik, logis, verbal, wawasan kebangsaan, dan bahasa Inggris

Kabari saya saat ada panduan baru

Satu email tiap ada panduan baru di topik ini. Tanpa iklan, bisa berhenti kapan saja.

Kami hanya menyimpan email, halaman ini, dan nama kampanye, tanpa nama atau alamat IP. Privasi