Ruang Potensi · Soft skills
Tes Kecerdasan Emosional
25 pernyataan untuk merefleksikan lima aspek kecerdasan emosional: kesadaran diri, pengelolaan diri, empati, kesadaran sosial, dan relasi.
Tujuan tes
Memetakan cara kamu mengenali dan mengelola emosimu sendiri serta membaca dan menanggapi emosi orang lain, supaya kamu tahu aspek mana yang paling perlu dilatih lebih dulu.
Untuk: Pelajar SMA, mahasiswa, dan pekerja yang ingin lebih tenang menghadapi tekanan dan lebih lancar bekerja sama dengan orang lain.
Yang kamu dapat
- Grafik radar lima aspek kecerdasan emosional
- Aspek terkuat dan yang paling perlu dilatih
- Rencana latihan 7 hari
- Saran kelas komunikasi dan pengembangan diri
Yang diukur
- Kesadaran diriSeberapa jeli kamu mengenali emosi yang sedang kamu rasakan, pemicunya, dan pengaruhnya pada tindakanmu.
- Pengelolaan diriSeberapa mampu kamu mengatur reaksi saat emosi sedang kuat, sehingga tindakanmu tetap sesuai tujuan.
- EmpatiSeberapa mampu kamu memahami perasaan dan sudut pandang orang lain dari kata-kata, nada, dan sikapnya.
- Kesadaran sosialSeberapa peka kamu membaca suasana kelompok, hubungan antarorang, dan kebutuhan orang-orang dalam suatu situasi.
- Pengelolaan hubunganSeberapa terampil kamu memakai pemahaman emosi untuk berkomunikasi, menyelesaikan gesekan, dan bekerja sama.
Cara mengerjakan
Pilih seberapa sesuai tiap pernyataan dengan dirimu sehari-hari. Tidak ada jawaban benar atau salah; jawab jujur, bukan yang terdengar ideal.
Satu pertanyaan per layar. Jawaban tersimpan otomatis di akunmu, jadi kamu bisa berhenti dan melanjutkan kapan saja, juga dari perangkat lain.
Batasan dan sumber
Refleksi diri yang eksploratif, bukan tes psikologi resmi atau diagnosis. Butir disusun KelasGratis berdasarkan model kecerdasan emosional Goleman serta Salovey dan Mayer, tetapi belum divalidasi secara psikometrik dan tidak punya norma populasi. Kecerdasan emosional yang dilaporkan sendiri bukan ukuran kemampuan emosi yang sebenarnya: hasilnya menggambarkan cara kamu menilai dirimu saat ini, bisa berbeda dari penilaian orang lain, dan bisa berubah dengan latihan.
- Goleman (1995), Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ, Bantam Books
- Salovey & Mayer (1990), Emotional intelligence, Imagination, Cognition and Personality 9(3)
- Mayer, Salovey & Caruso (2008), Emotional intelligence: New ability or eclectic traits?, American Psychologist 63(6)