Materi
Kode status terdiri atas tiga digit, dan digit pertamanya menunjukkan kelas: 1xx informasi, 2xx berhasil, 3xx pengalihan, 4xx galat klien, dan 5xx galat server (RFC 9110 §15). Klien tidak harus mengenal semua kode, tetapi wajib memahami kelasnya: kode yang tidak dikenal diperlakukan seperti kode x00 di kelas yang sama, sehingga 418 ditangani seperti 400.
| Kode | Arti |
|---|---|
| 200 OK | berhasil, badan berisi hasilnya |
| 201 Created | sumber daya baru dibuat |
| 204 No Content | berhasil tanpa isi |
| 301 Moved Permanently | pindah permanen ke alamat di header Location |
| 304 Not Modified | salinan di cache masih berlaku |
| 400 Bad Request | permintaan tidak bisa diproses karena bentuknya salah |
| 404 Not Found | sumber daya tidak ditemukan |
| 409 Conflict | bertentangan dengan keadaan sumber daya |
| 500 Internal Server Error | server gagal karena kondisi tak terduga |
| 503 Service Unavailable | server sementara tidak bisa melayani |
Dua kode yang sering tertukar adalah 401 dan 403. 401 berarti permintaan tidak membawa kredensial yang sah, dan server wajib menyertakan header WWW-Authenticate. 403 berarti server memahami permintaannya tetapi menolak memenuhinya, misalnya karena pengguna yang sudah dikenali tidak berhak. 409 dipakai bila permintaan bertentangan dengan keadaan sumber daya saat ini, misalnya menyimpan perubahan atas versi data yang sudah diganti orang lain.