Materi
Klien DHCP yang baru menyala belum punya alamat, jadi DHCPDISCOVER dikirim sebagai broadcast. RFC 1812 menyatakan broadcast terbatas diterima semua perangkat di jaringan fisik itu tetapi tidak diteruskan ke luar. Akibatnya, satu peladen DHCP hanya melayani domain broadcast tempat ia berada. Kantor yang memakai banyak VLAN dengan satu peladen DHCP terpusat membutuhkan relay; dokumentasi RouterOS menyebut DHCP relay sebagai perantara antara klien dan peladen yang tidak berada di domain broadcast yang sama.
Relay dipasang di antarmuka router yang menghadap klien. Saat menerima broadcast DHCP, relay mengisi kolom giaddr dengan alamatnya sendiri di jaringan klien, lalu meneruskan pesan sebagai unicast ke peladen. RFC 2131 menetapkan dua akibatnya: peladen memilih alamat dari subnet yang ditunjukkan giaddr, dan jawabannya dikirim ke relay, bukan langsung ke klien. Karena itu peladen harus punya kolam alamat untuk setiap subnet yang dilayani relay.
# Router antar-VLAN: relay di dua VLAN, peladen DHCP di 10.0.99.5
/ip dhcp-relay
add name=relay-staf interface=vlan10 local-address=10.0.10.1 dhcp-server=10.0.99.5
add name=relay-tamu interface=vlan20 local-address=10.0.20.1 dhcp-server=10.0.99.5Laptop di VLAN 20 yang meminta alamat lewat konfigurasi itu menerima alamat dari kolam 10.0.20.0/24, karena giaddr yang dibawa permintaannya 10.0.20.1.