Materi
IEEE 802.1X adalah kontrol akses jaringan berbasis port: port LAN, baik colokan di switch maupun tautan Wi-Fi ke access point, baru dibuka untuk perangkat yang sudah diautentikasi dan diotorisasi. RFC 3580 menamai tiga perannya: supplicant (perangkat yang diautentikasi), authenticator (switch atau access point yang meminta autentikasi), dan authentication server (yang memverifikasi kredensial, misalnya peladen RADIUS).
Hasil autentikasi bisa menentukan VLAN: peladen RADIUS menyebut VLAN tujuan di pesan Access-Accept, lalu authenticator menaruh port itu di VLAN tersebut. Network access control (NAC) menambahkan pemeriksaan keadaan perangkat, misalnya tambalan dan antimalware. Menurut SP 800-46r2, perangkat yang kredensialnya sah tetapi gagal pemeriksaan bisa diberi akses terbatas, ditolak, atau ditaruh di jaringan karantina untuk diperbaiki. NAC adalah penegak kebijakan, bukan pelindung sejati, karena pemeriksaannya bisa dikelabui malware.
Wi-Fi mode Personal memakai satu kunci jaringan bersama, sedangkan mode Enterprise memakai 802.1X dengan EAP sehingga tiap pengguna punya kredensial sendiri. Pilihan WPA2 dan WPA3 dibahas di Jaringan Lanjutan. NIST SP 800-153 menambahkan prinsip arsitektur: Wi-Fi tamu dipisah dari Wi-Fi internal, perangkat tamu tidak bisa menjangkau jaringan internal, dan lalu lintas tamu ke internet tidak melintasi jaringan internal.
| Peran 802.1X | Contoh di kantor | Tugasnya |
|---|---|---|
| Supplicant | Laptop staf, ponsel kantor | Mengirim identitas dan kredensial |
| Authenticator | Switch lantai, access point | Meminta autentikasi, membuka atau menutup port |
| Authentication server | Peladen RADIUS | Memverifikasi kredensial dan mengirim keputusan, termasuk VLAN |