Materi
Kualitas data bukan kesan bahwa data tampak bersih. Government Data Quality Framework milik Pemerintah Inggris, yang mengambil definisi DAMA UK, memecahnya menjadi enam dimensi yang bisa diukur: kelengkapan (record yang seharusnya ada memang ada, dan nilai pentingnya terisi), keunikan (satu record untuk setiap entitas), konsistensi (nilai tidak bertentangan dengan nilai lain untuk entitas yang sama), ketepatan waktu (jeda antara kejadian dan tersedianya data sesuai kebutuhan pemakainya), validitas (nilai berada dalam rentang dan format yang diharapkan), dan akurasi (data cocok dengan kenyataan).
Kerangka itu menyatakan daftarnya tidak mutlak: tim boleh menambah dimensi atau melewatkan yang tidak relevan. Yang tidak boleh dilewatkan adalah aturannya ditulis. Tulisan itu disebut kontrak dataset: untuk setiap kolom dicatat tipe, boleh kosong atau tidak, rentang atau daftar nilai yang sah, dan kolom mana yang menjadi kunci. Kontrak mengubah pertanyaan "datanya bagus?" menjadi pertanyaan yang bisa dijawab kueri: berapa baris yang melanggar aturan nomor tiga?
Contoh dari kerangka itu: sekolah dengan 300 siswa menerima 294 formulir kontak darurat, sehingga kolom itu 98% lengkap. Lengkap belum tentu akurat, karena nomor yang terisi bisa saja salah. Akurasi butuh pembanding di luar data, misalnya menelepon nomornya, sehingga kelas ini memusatkan latihan pada lima dimensi yang bisa diperiksa dari datanya sendiri.
| Kolom tabel kunjungan klinik | Tipe | Boleh kosong? | Aturan |
|---|---|---|---|
| kunjungan_id | integer | tidak | unik |
| no_rm | teks | tidak | ada di tabel pasien |
| tanggal | teks yyyy-mm-dd | tidak | tanggal kalender, tidak melewati hari ini |
| biaya | integer | ya, bila belum ditagih | lebih dari 0 bila terisi |
SELECT COUNT(*) AS baris, COUNT(biaya) AS biaya_terisi
FROM kunjungan;