Materi
Modul adalah berkas .py, dan nama modulnya adalah nama berkas tanpa .py. import ongkir membuat nama ongkir tersedia, dan isinya dipanggil dengan awalan: ongkir.hitung(3). import ongkir as og memberi nama pendek og. from ongkir import hitung mengambil satu nama sehingga dipanggil langsung, hitung(3). Python mencari modul lebih dulu di folder skrip yang sedang dijalankan, baru kemudian di pustaka standar.
# berkas ongkir.py
TARIF = {"Jawa": 9000, "Sumatra": 14000}
def hitung(pulau, berat_kg):
return TARIF[pulau] * berat_kg
if __name__ == "__main__":
print(hitung("Jawa", 2)) # uji coba, hanya saat ongkir.py dijalankan langsung# berkas kasir.py, di folder yang sama
import ongkir
from ongkir import hitung
print(ongkir.hitung("Sumatra", 3)) # 42000
print(hitung("Jawa", 1)) # 9000Saat diimpor, seluruh kode di tingkat teratas modul dijalankan. Kode uji coba di akhir modul dibungkus if __name__ == "__main__":, karena __name__ bernilai "__main__" hanya bila berkas itu dijalankan langsung (python ongkir.py); saat diimpor, __name__ berisi nama modulnya dan blok itu dilewati. Tutorial Python juga menyebut bahwa setiap modul hanya diimpor sekali per sesi: import kedua tidak menjalankan ulang modulnya, dan perubahan pada berkas modul baru terbaca setelah program dijalankan ulang atau lewat importlib.reload.
Kapan dipakai: ketika satu berkas program sudah terlalu panjang untuk ditelusuri, atau fungsi dan kelas yang sama dibutuhkan beberapa skrip.