Materi
Kuantor ditulis setelah satu karakter atau kelas dan menentukan berapa kali boleh muncul. Tanda + berarti satu kali atau lebih, * berarti nol kali atau lebih, dan ? berarti nol atau satu kali (opsional).
/Rp\d+/.test("Rp4000"); // true
/Rp\d+/.test("Rp"); // false: minimal satu digit
/foto\d*\.jpg/.test("foto.jpg"); // true: nol digit juga boleh
/Jl\.? Merdeka/.test("Jl Merdeka"); // true: titiknya opsionalKuantor hanya berlaku untuk satu unsur tepat di depannya. Pada pola Rp\d+, tanda + mengulang \d, bukan Rp.
Kuantor dipakai setiap kali panjang sebuah bagian tidak tetap: nominal rupiah yang jumlah digitnya berbeda-beda, nama berkas yang bernomor atau tidak, dan awalan alamat yang kadang ditulis bertitik. Tanda tanya juga memangkas pekerjaan: satu pola bertanda ? menggantikan dua pola terpisah untuk bentuk yang bertitik dan yang tidak.
Tanda + dan * bersifat rakus: keduanya mengambil sebanyak mungkin karakter dulu, lalu mundur satu per satu bila sisa polanya gagal. Pada teks laporan.2026.pdf, pola .*\. berhenti di titik terakhir, bukan titik pertama. Untuk mengambil sesedikit mungkin, tambahkan tanda tanya sesudah kuantornya, seperti .*?\. yang berhenti di titik pertama.