Panduan
Belajar bahasa asing gratis: cara memilih bahasa, mengukur tingkat, dan tahu kapan harus pindah alat
Dua puluh kelas bahasa tingkat pemula kini terbuka di KelasGratis, dari Inggris sampai Kanton. Artikel ini memuat isi tiap kelas dalam satu tabel, cara memilih bahasa pertama dan bertahan di sana, arti tingkat A1 sampai C2 serta padanannya di JLPT dan HSK, berapa lama tingkat pemula umumnya memakan waktu, dan tanda kamu sudah perlu alat yang lebih lengkap.
Ditulis Redaksi KelasGratis · Terbit 2026-09-22 · Diperbarui 2026-09-23
Untuk siapa: Pembaca yang ingin mulai satu bahasa asing tanpa biaya, bingung memilih di antara banyak pilihan, dan ingin tahu sampai mana kelas gratis bisa membawanya sebelum perlu bahan berbayar atau guru.

Bahasa asing termasuk keterampilan yang paling sering dimulai dan paling sering ditinggalkan. Penyebabnya jarang soal bakat: yang runtuh biasanya struktur belajarnya, bukan orangnya. Artikel ini menyusun tiga keputusan yang menentukan apakah satu bahasa akan sampai ke tingkat yang berguna — bahasa mana, tingkat apa yang dibidik, dan alat apa yang dipakai di tiap tahap. Penilaian di artikel ini berdasarkan sumber yang dicantumkan di bagian akhir.
Sejak putaran ini, KelasGratis membuka dua puluh kelas bahasa tingkat pemula. Semuanya gratis, berbahasa pengantar Indonesia, dan latihannya diperiksa otomatis seperti kelas lain di situs ini. Materinya berasal dari iLingo, aplikasi bahasa yang ditulis penulis yang sama, dan ditulis ulang mengikuti aturan materi di sini.
Isi dua puluh kelas bahasa, dalam angka
Tabel berikut dihitung langsung dari materi kelas. Kolom pelajaran sudah termasuk misi penutup modul, menit adalah jumlah perkiraan waktu semua pelajaran, dan blok kosakata berlafal adalah daftar kata atau frasa yang ditulis bersama cara baca dan artinya.
| Kelas | Pelajaran | Total menit | Blok kosakata berlafal |
|---|---|---|---|
| Bahasa Inggris untuk Pemula (A1) | 16 | 253 | 27 |
| Bahasa Jepang untuk Pemula (JLPT N5) | 16 | 255 | 27 |
| Bahasa Korea untuk Pemula | 16 | 246 | 31 |
| Bahasa Mandarin untuk Pemula | 16 | 238 | 37 |
| Bahasa Jerman untuk Pemula | 16 | 253 | 27 |
| Bahasa Spanyol untuk Pemula | 16 | 251 | 19 |
| Bahasa Arab untuk Pemula | 16 | 253 | 22 |
| Bahasa Italia untuk Pemula | 12 | 185 | 9 |
| Bahasa Portugis (Brasil) untuk Pemula | 12 | 189 | 9 |
| Bahasa Polandia untuk Pemula | 12 | 180 | 9 |
| Bahasa Prancis untuk Pemula | 12 | 192 | 9 |
| Bahasa Belanda untuk Pemula | 12 | 188 | 21 |
| Bahasa Rusia untuk Pemula | 12 | 188 | 7 |
| Bahasa Turki untuk Pemula | 12 | 190 | 9 |
| Bahasa Hindi untuk Pemula | 12 | 189 | 9 |
| Bahasa Vietnam untuk Pemula | 12 | 190 | 9 |
| Bahasa Kanton untuk Pemula | 12 | 188 | 9 |
| Bahasa Melayu Malaysia untuk Penutur Indonesia | 12 | 189 | 9 |
| Bahasa Thai untuk Pemula | 12 | 190 | 9 |
| Bahasa Mandarin Aksara Tradisional untuk Pemula | 12 | 189 | 9 |
Polanya ada dua. Tujuh kelas pertama berisi 16 pelajaran dalam empat modul, dengan total 238 sampai 255 menit. Tiga belas kelas lainnya berisi 12 pelajaran dalam tiga modul, dengan total 180 sampai 192 menit. Setiap modul ditutup satu misi, yaitu latihan gabungan yang memakai beberapa pelajaran sebelumnya sekaligus. Jumlah seluruhnya 268 pelajaran dan 4.196 menit materi, tetapi angka itu hanya relevan bagi katalog; bagi satu orang yang belajar, yang penting adalah tiga sampai empat jam materi di satu kelas.
Semua kelas di tabel berlevel Pemula. Tidak ada kelas bahasa tingkat Menengah atau Lanjutan di situs ini, dan urutan pelajarannya disusun untuk orang yang mulai dari nol, termasuk yang belum pernah melihat aksaranya.
Satu bahasa dulu, sampai selesai satu tingkat
Godaan pertama orang yang punya akses ke dua puluh kelas adalah membuka lima sekaligus. Hasil yang lazim muncul adalah lima modul pertama yang setengah jalan dan tidak satu pun tingkat yang tuntas. Sistem bunyi, pola kalimat, dan kebiasaan satu bahasa perlu diulang dalam jarak berdekatan supaya menempel; membagi perhatian ke beberapa bahasa memperpanjang jarak itu.
Cara memilih bahasa pertama
Pemilihan bahasanya lebih baik ditentukan oleh pemakaian yang sudah pasti, bukan oleh ketertarikan sesaat. Ada pekerjaan yang menuntutnya, ada keluarga atau rekan yang memakainya, ada ujian yang harus ditempuh, ada bacaan atau tontonan yang rutin kamu buka. Alasan yang menyebut kejadian nyata bertahan lebih lama daripada alasan yang menyebut perasaan.
- Tulis satu kalimat tentang kapan kamu akan memakai bahasa itu dalam enam bulan ke depan. Kalau kalimatnya tidak bisa ditulis, bahasa itu belum mendesak, dan bahasa yang tidak mendesak paling mudah ditinggalkan saat minggu sibuk datang.
- Periksa apakah pemakaian itu menuntut ujian resmi. Lowongan kerja atau beasiswa yang menyebut JLPT, TOPIK, HSK, TOCFL, atau skor tes bahasa Inggris tertentu menentukan bahasa sekaligus target tingkatnya, jadi keputusanmu tinggal soal waktu.
- Kalau belum ada kebutuhan yang pasti, bahasa Inggris biasanya pilihan paling aman karena bahan lanjutannya paling banyak dan paling mudah ditemukan. Jalur Bahasa untuk Kerja dan Kuliah di katalog memang menaruh kelas bahasa Inggris sebagai satu-satunya kelas wajibnya.
- Perhitungkan aksaranya. Bahasa beraksara non-Latin menuntut beberapa pelajaran pertama hanya untuk membaca, jadi siapkan kesabaran ekstra di minggu pertama, bukan alasan untuk menghindarinya kalau bahasa itu memang yang kamu butuhkan.
- Coba sebelum memutuskan. Pelajaran pertama tiap kelas bisa dibuka tanpa biaya; mengerjakan satu pelajaran dari dua kandidat bahasa memberi gambaran nyata tentang bunyi dan tulisannya, tetapi tetap pilih satu setelah itu.
Satu hal yang sebaiknya tidak dijadikan dasar: anggapan bahwa sebuah bahasa sedang naik daun. Kebutuhan pasar kerja berubah lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat yang dipakai di pekerjaan, sementara kebutuhan pribadi yang nyata cenderung bertahan.
Apa arti A1 sampai C2, dan padanannya di JLPT serta HSK
Sebagian besar bahasa Eropa memakai skala CEFR bertingkat enam: A1 dan A2 (pemakai dasar), B1 dan B2 (pemakai mandiri), C1 dan C2 (pemakai mahir). Bahasa Jepang memakai JLPT N5 sampai N1, dan bahasa Mandarin memakai HSK. Ketiganya bukan skala yang sama persis, tetapi tingkat terbawahnya punya niat yang mirip: menangani sapaan, perkenalan, angka, waktu, dan kalimat pendek yang sering diulang.
| Tingkat terbawah | Dipakai oleh | Yang bisa dilakukan di tingkat itu |
|---|---|---|
| A1 (CEFR) | Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Italia, Belanda, Portugis, Rusia, Polandia, Turki, Arab, dan lainnya | Memperkenalkan diri, bertanya hal sederhana, memahami kalimat sehari-hari yang diucapkan pelan |
| N5 (JLPT) | Jepang | Membaca hiragana, katakana, dan kanji dasar; memahami percakapan pendek sehari-hari |
| HSK 1 | Mandarin | Memahami dan memakai kata serta kalimat yang sangat sederhana untuk kebutuhan langsung |
Kelas bahasa di KelasGratis berhenti tepat di tingkat terbawah itu. Kelas Jepang menutup materi setara N5, kelas Mandarin setara HSK 1, dan kelas lain menargetkan A1, termasuk kelas Mandarin aksara tradisional yang mengikuti ragam Taiwan. Taiwan punya ujian kemahiran bahasa Mandarin sendiri, TOCFL, yang diselenggarakan terpisah dari HSK. Itu bukan tingkat yang membuat seseorang lancar, melainkan tingkat yang membuat pelajaran berikutnya bisa dimengerti.
Berapa lama tingkat pemula memakan waktu
Angka yang paling sering dikutip datang dari Foreign Service Institute, lembaga pelatihan bahasa Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, yang mengelompokkan bahasa menurut lama pelatihan yang dibutuhkan penutur bahasa Inggris untuk mencapai kemahiran kerja. Kelompok termudah, seperti Spanyol dan Belanda, berkisar pada ratusan jam kelas; kelompok tersulit, seperti Jepang, Mandarin, Arab, dan Korea, memerlukan waktu beberapa kali lipat.
Dua hal perlu dicatat sebelum angka itu dipakai. Pertama, angka FSI mengukur kemahiran kerja, bukan tingkat pemula: tingkat A1 jauh lebih dekat. Kedua, titik berangkatnya penutur bahasa Inggris, sehingga urutan kesulitan untuk penutur bahasa Indonesia berbeda — bahasa Melayu hampir tidak perlu dipelajari dari nol, sementara kosakata Arab dan Sanskerta yang sudah masuk ke bahasa Indonesia memberi pijakan yang tidak dimiliki penutur bahasa Inggris.
Aksara non-Latin: tangani lebih dulu, jangan ditunda
Sembilan dari dua puluh kelas mengajarkan bahasa yang ditulis dengan aksara di luar Latin: Jepang, Korea, Mandarin dengan aksara sederhana, Mandarin dengan aksara tradisional, Kanton, Arab, Hindi, Thai, dan Rusia. Pola kegagalan yang umum adalah belajar lewat romanisasi saja karena terasa lebih cepat, lalu berhenti ketika semua bahan sungguhan ternyata ditulis dengan aksara aslinya. Karena itu kelas-kelas ini membuka dengan sistem tulis atau sistem bunyinya: pelajaran pertama kelas Jepang, Korea, Arab, Rusia, Hindi, Thai, dan Mandarin tradisional langsung membahas aksaranya, sedangkan kelas Mandarin dan Kanton membuka dengan pinyin atau Jyutping beserta nadanya. Romanisasi tetap dicantumkan di setiap kata supaya latihannya bisa dikerjakan dengan papan ketik biasa.
Kapan kelas gratis tidak lagi cukup
Ada tiga tanda yang cukup jelas. Pertama, latihan tertulis selalu lulus tetapi kamu tidak memahami percakapan berkecepatan normal — yang kurang adalah jam menyimak, bukan tata bahasa. Kedua, kamu bisa mengenali jawaban benar tetapi tidak bisa memproduksi kalimat sendiri — yang kurang adalah lawan bicara. Ketiga, kamu menyiapkan ujian resmi seperti JLPT, TOPIK, HSK, atau DELE, yang punya format soal dan batas waktu tersendiri.
Untuk dua tanda pertama, tambahannya bisa berupa bahan simak berulang dan pasangan bicara, bukan kelas baru. Untuk tanda ketiga, latihan soal bergaya ujian dan jadwal yang terikat tanggal ujian lebih menentukan daripada materi tambahan. Kelas bahasa di sini menaut iLingo untuk tingkat A2 ke atas; aplikasi itu berbayar dan dibuat penulis yang sama, jadi anggap itu satu pilihan yang diungkapkan terbuka, bukan rekomendasi netral.
Setelah tingkat pemula: apa yang tersedia
Setiap halaman kelas bahasa menampilkan kartu mitra terpisah dari materi kelas. Isinya sama untuk kedua puluh kelas: kelas ini memuat bagian pemula dari materi iLingo, tingkat berikutnya ada di aplikasi itu dan berbayar, dan tidak ada yang perlu dibeli untuk menyelesaikan kelas di sini. Kartu itu ditempatkan di luar daftar pelajaran supaya tidak tercampur dengan sumber rujukan materi.
iLingo bukan satu-satunya jalan lanjut. Lembaga penyelenggara ujian seperti JLPT, TOPIK, HSK, dan TOCFL menerbitkan informasi tingkat dan format soal di situs resminya, dan informasi itu gratis dibaca. Untuk bahasa Eropa, deskripsi tingkat CEFR dari Council of Europe bisa dipakai sebagai daftar periksa kemampuan: kalau kamu bisa melakukan hal yang tertulis di deskripsi A2, kamu tahu sudah melewati tingkat yang diajarkan di sini.
Urutan yang masuk akal untuk memulai
- Pilih satu bahasa yang sudah punya pemakaian nyata dalam enam bulan ke depan.
- Tuntaskan modul pertama sebelum menilai apakah bahasa itu cocok; kesan di dua pelajaran pertama hampir selalu menyesatkan.
- Kerjakan latihannya, jangan hanya membaca teorinya. Pelajaran baru terhitung selesai setelah latihannya lulus diperiksa.
- Kalau bahasanya beraksara non-Latin, ulangi pelajaran aksara sampai membaca tidak lagi terasa seperti memecahkan sandi.
- Setelah kelas tuntas, terbitkan sertifikat penyelesaiannya bila diperlukan, lalu tentukan apakah lanjut ke tingkat berikutnya atau berhenti di situ.
Dua puluh kelas bahasa itu berdiri di kategori Bahasa asing pada katalog kelas. Semuanya berhenti di tingkat pemula, semuanya berbahasa Indonesia, dan tidak satu pun memungut biaya pada tahap mana pun, termasuk untuk sertifikatnya.
Pertanyaan yang sering muncul
- Apakah kelas bahasa di KelasGratis benar-benar gratis?
- Ya. Seluruh pelajaran, latihan, dan sertifikat penyelesaiannya tidak dipungut biaya, dan tidak ada versi berbayar dari kelas yang sama di situs ini.
- Sampai tingkat apa kelas bahasa di sini mengantar?
- Sampai tingkat terbawah tiap bahasa: A1 untuk sebagian besar bahasa, N5 untuk Jepang, dan HSK 1 untuk Mandarin. Tingkat berikutnya tidak tersedia di situs ini.
- Apakah sertifikatnya diakui untuk melamar kerja atau mendaftar ujian resmi?
- Tidak. Sertifikat KelasGratis adalah bukti penyelesaian yang kami terbitkan sendiri, bukan sertifikat kemahiran bahasa seperti JLPT, TOPIK, HSK, atau DELE yang diterbitkan lembaga penyelenggaranya.
- Bahasa mana yang paling mudah bagi penutur bahasa Indonesia?
- Bahasa Melayu paling dekat karena banyak kosakatanya serumpun, meski sejumlah kata berbeda arti. Bahasa yang memakai aksara Latin umumnya menuntut waktu awal lebih sedikit daripada bahasa beraksara lain.
- Perlukah menghafal kosakata sebelum mulai belajar tata bahasanya?
- Tidak perlu dipisah. Kelas di sini menyajikan kosakata dan pola kalimat dalam pelajaran yang sama supaya kata yang baru dipelajari langsung dipakai dalam kalimat yang diperiksa otomatis.
- Apakah ada audio pelafalan di setiap kelas?
- Belum semua. Setiap kelas memuat daftar kata berlafal dengan cara baca dan artinya, tetapi berkas suara yang bisa diputar baru ada untuk sebagian kata di tujuh kelas: Italia, Portugis, Polandia, Turki, Hindi, Vietnam, dan Kanton. Kelas lain menampilkan romanisasi dan penjelasan bunyi tanpa suara.
Lanjut dari sini
Kelas
- Bahasa Inggris untuk Pemula (A1)
- Bahasa Jepang untuk Pemula (JLPT N5)
- Bahasa Korea untuk Pemula
- Bahasa Mandarin untuk Pemula
- Bahasa Arab untuk Pemula
- Bahasa Jerman untuk Pemula
- Bahasa Spanyol untuk Pemula
- Bahasa Melayu Malaysia untuk Penutur Indonesia
- Bahasa Italia untuk Pemula
- Bahasa Portugis (Brasil) untuk Pemula
- Bahasa Polandia untuk Pemula
- Bahasa Prancis untuk Pemula
- Bahasa Belanda untuk Pemula
- Bahasa Rusia untuk Pemula
- Bahasa Turki untuk Pemula
- Bahasa Hindi untuk Pemula
- Bahasa Vietnam untuk Pemula
- Bahasa Kanton untuk Pemula
- Bahasa Thai untuk Pemula
- Bahasa Mandarin Aksara Tradisional untuk Pemula
Sumber
- Council of Europe — Common European Framework of Reference for Languages
- JLPT — Ringkasan tingkat N5 sampai N1
- TOPIK — Ujian kemahiran bahasa Korea
- HSK — Ujian kemahiran bahasa Mandarin
- TOCFL — Ujian kemahiran bahasa Mandarin Taiwan
- U.S. Department of State, Foreign Service Institute — Foreign Language Training
- Cambridge Dictionary — British Grammar