Lompat ke konten utama

Kompetisi Ajak Teman: hadiah total Rp1.000.000 tunai untuk 3 pengajak terbanyak. Berakhir 29 November 2026. Ikut kompetisi

Masuk

Panduan

Cara menghitung HPP, marjin, dan titik impas usaha kecil dengan contoh rupiah

Cara menghitung HPP, marjin, dan titik impas (BEP) untuk usaha kecil, lengkap dengan contoh angka rupiah: memilah biaya tetap dan variabel, menghitung biaya per bungkus, membedakan markup dari marjin, mencari jumlah penjualan impas dan penjualan untuk target laba, lalu membaca marjin keamanan. Disertai urutan kelas gratis untuk mendalaminya dan batas yang perlu kamu tahu.

Ditulis Redaksi KelasGratis · Terbit

Untuk Pemilik dan calon pemilik usaha kecil, pedagang daring, dan pembuat produk rumahan yang ingin tahu harga jualnya sudah menutup biaya atau belum.

Jawaban singkatnya: pisahkan dulu biaya tetap dari biaya variabel. Biaya variabel per unit adalah modal per produk yang sering disebut HPP per unit. Harga jual dikurangi biaya variabel per unit adalah marjin kontribusi, dan titik impas dalam unit adalah biaya tetap sebulan dibagi marjin kontribusi itu. Rumus dan istilahnya mengikuti buku akuntansi manajerial OpenStax. Penilaian redaksi di artikel ini berdasarkan sumber yang dicantumkan di bagian akhir.

Semua angka rupiah di bawah adalah contoh karangan untuk sebuah usaha keripik singkong kemasan, bukan data pasar. Ganti dengan angka usahamu sendiri; rumusnya tidak berubah.

Apa bedanya HPP, biaya variabel, dan biaya tetap?

Biaya variabel naik turun mengikuti jumlah produk yang dibuat atau dijual: bahan baku, kemasan, komisi per unit. Biaya tetap besarnya sama dalam satu bulan berapa pun yang terjual: sewa, gaji tetap, langganan. OpenStax menyebut pembagian ini perilaku biaya, dan pembagian inilah yang membuat titik impas bisa dihitung.

Istilah HPP punya dua arti yang sering tertukar. Di akuntansi, harga pokok penjualan adalah biaya barang yang benar-benar laku dalam satu periode. Untuk usaha dagang dengan pencatatan berkala, OpenStax menghitungnya dari persediaan awal ditambah pembelian, lalu dikurangi persediaan akhir. Dalam percakapan pelaku usaha kecil, “HPP per produk” biasanya berarti modal bahan dan kemasan untuk satu unit. Artikel ini memakai keduanya, dengan nama yang jelas di tiap bagian.

Bagaimana cara menghitung HPP per unit?

Jumlahkan semua biaya yang muncul setiap kali satu unit dibuat atau terjual. Biaya yang dibayar per angkatan produksi, misalnya gas untuk satu kali menggoreng, dibagi jumlah bungkus yang dihasilkan angkatan itu.

Komponen per bungkusBiaya (contoh)Alasan masuk biaya variabel
Singkong 250 gramRp2.000Bertambah setiap bungkus dibuat
Minyak goreng dan bumbuRp1.800Bertambah setiap bungkus dibuat
Gas, dibagi per angkatan gorengRp700Habis sebanding dengan jumlah produksi
Kemasan dan labelRp1.500Satu per bungkus
Komisi resellerRp1.000Dibayar hanya bila bungkus itu terjual
Ongkos antar ke titik jualRp500Dihitung rata-rata per bungkus
Jumlah biaya variabel per bungkusRp7.500Inilah HPP per unit dalam arti sehari-hari

Biaya tetap contoh ini Rp3.600.000 sebulan: sewa dapur Rp1.500.000, gaji satu pembantu Rp1.800.000, dan listrik serta internet Rp300.000. Penilaian redaksi: kalau pemilik juga bekerja penuh di usahanya, masukkan gaji yang pantas untuk dirinya sendiri sebagai biaya tetap. Tanpa itu, usaha bisa tampak untung padahal hanya membayar pemiliknya di bawah upah.

Bagaimana menghitung HPP usaha dagang dari persediaan?

Untuk toko yang membeli lalu menjual kembali, jangan menganggap seluruh belanja bulan ini sebagai biaya. Barang yang belum laku masih persediaan. Contoh sebuah toko kelontong:

Persediaan awal          Rp 8.000.000
Pembelian bulan ini   +  Rp25.000.000
Barang tersedia dijual   Rp33.000.000
Persediaan akhir      −  Rp 6.500.000
HPP                      Rp26.500.000

Penjualan                Rp35.000.000
Laba kotor               Rp 8.500.000   (35.000.000 − 26.500.000)
Marjin kotor             24,3%          (8.500.000 ÷ 35.000.000)

Persediaan akhir didapat dari hitung fisik di akhir bulan, dan menjadi persediaan awal bulan berikutnya. Kelas Hitungan Untung Rugi Usaha menyebut satu gejala salah hitung yang mudah dikenali: laba melonjak turun-naik padahal penjualan tiap bulan hampir sama, karena bulan kulakan besar dianggap bulan berbiaya besar.

Markup dan marjin, mana yang dipakai untuk menentukan harga?

Keduanya memakai selisih yang sama, yaitu harga jual dikurangi modal, tetapi penyebutnya beda. Markup dibagi modal, marjin dibagi harga jual. Dengan harga jual Rp12.000 dan modal Rp7.500, selisihnya Rp4.500: markupnya 60% dan marjinnya 37,5%.

Markup = (12.000 − 7.500) ÷ 7.500  = 60%
Marjin = (12.000 − 7.500) ÷ 12.000 = 37,5%

Harga untuk target marjin 40%:
7.500 ÷ (1 − 0,40) = Rp12.500   ← benar
7.500 × 1,40       = Rp10.500   ← keliru, marjinnya hanya 28,6%

Kesalahan di baris terakhir itu yang paling sering terjadi: target marjin diperlakukan seperti markup. Hasilnya selalu meleset ke arah yang merugikan, karena marjin yang benar-benar didapat lebih kecil dari target.

Bagaimana cara menghitung titik impas (BEP)?

OpenStax merumuskan titik impas dalam unit sebagai biaya tetap dibagi marjin kontribusi per unit, dan titik impas dalam rupiah sebagai biaya tetap dibagi rasio marjin kontribusi. Berikut langkahnya dengan angka contoh.

  1. Hitung marjin kontribusi per unit: harga jual Rp12.000 dikurangi biaya variabel Rp7.500 sama dengan Rp4.500 per bungkus.
  2. Hitung rasio marjin kontribusi: 4.500 ÷ 12.000 = 0,375. Artinya 37,5 sen dari tiap rupiah penjualan tersisa untuk menutup biaya tetap.
  3. Hitung titik impas unit: Rp3.600.000 ÷ Rp4.500 = 800 bungkus sebulan. Bila hasilnya berkoma, bulatkan ke atas, misalnya dengan ROUNDUP di lembar kerja.
  4. Hitung titik impas rupiah: Rp3.600.000 ÷ 0,375 = Rp9.600.000. Periksa silang: 800 × Rp12.000 juga Rp9.600.000.
  5. Tambahkan target laba ke biaya tetap bila ingin untung, bukan sekadar impas: (Rp3.600.000 + Rp2.700.000) ÷ Rp4.500 = 1.400 bungkus, atau Rp16.800.000 penjualan.
  6. Bandingkan dengan penjualan sekarang untuk mendapat marjin keamanan (bagian berikutnya).

Apa itu marjin keamanan dan kenapa penting?

Marjin keamanan adalah jarak antara penjualan sekarang dan penjualan impas. OpenStax memakainya untuk membaca seberapa jauh penjualan boleh turun sebelum usaha mulai rugi. Misalkan usaha keripik ini sekarang menjual 1.200 bungkus atau Rp14.400.000 sebulan.

Marjin keamanan = 14.400.000 − 9.600.000 = Rp4.800.000
Dalam persen     = 4.800.000 ÷ 14.400.000 = 33,3%
Laba sebulan     = 1.200 × 4.500 − 3.600.000 = Rp1.800.000

Artinya penjualan boleh turun sekitar sepertiga sebelum labanya habis. Perhatikan juga bahwa laba Rp1.800.000 sama persis dengan 400 bungkus di atas titik impas dikali Rp4.500: setelah biaya tetap tertutup, seluruh marjin kontribusi unit berikutnya menjadi laba.

Kelas apa yang perlu diambil, dan urutannya?

UrutanKelasApa yang dipelajariLevel
1Hitungan Untung Rugi UsahaBiaya tetap dan variabel, HPP, markup dan marjin, titik impas, target laba, marjin keamanan, ROI dan masa balik modal. 16 pelajaran, 52 latihan, 258 menit.Pemula
2Kewirausahaan DasarBusiness Model Canvas, SWOT, ukuran pasar, biaya akuisisi pelanggan, burn rate dan runway, MVP, rencana bisnis. 16 pelajaran, 54 latihan, 236 menit.Pemula
3Siklus Akuntansi DasarPersamaan akuntansi, jurnal, buku besar, neraca saldo, penyesuaian, laporan laba rugi dan neraca. 16 pelajaran, 52 latihan, 262 menit.Pemula
4Manajemen KeuanganMembaca tiga laporan keuangan, rasio, arus kas bebas, NPV, IRR, payback, dan WACC. 16 pelajaran, 52 latihan, 252 menit.Menengah

Kelas pertama cukup untuk menjawab pertanyaan harga dan impas di artikel ini. Kelas kedua memberi konteks sebelum membuka usaha. Kelas ketiga dan keempat dibutuhkan ketika usaha sudah berjalan dan kamu perlu laporan yang bisa dibaca bank atau mitra. Jalur Dasar Bisnis memuat kelas pertama dan ketiga; jalur Manajemen dan Operasional Usaha memuat kelas keempat; jalur Wirausaha dan Pemasaran Digital memuat kelas kedua.

Untuk cek cepat tanpa lembar kerja, kalkulator harga jual dan marjin serta kalkulator titik impas di halaman Alat memakai rumus yang sama. Gunakan untuk memeriksa hitungan tanganmu, bukan menggantikannya.

Kapan hitungan ini tidak cukup?

  • Usaha dengan banyak produk yang marjinnya sangat berbeda. OpenStax mencatat analisis biaya-volume-laba mengandaikan bauran penjualan tetap; bila komposisi produk yang laku berubah, titik impas gabungan ikut berubah.
  • Biaya yang tidak lurus. Rumus ini mengandaikan biaya bisa dipilah tegas menjadi tetap atau variabel dan harga jual per unit tidak berubah mengikuti volume. Diskon grosir, bahan yang harganya naik turun tajam, atau sewa yang naik saat kapasitas ditambah membuat hasilnya hanya perkiraan.
  • Urusan pajak dan laporan resmi. Artikel dan kelas ini tidak membahas perpajakan atau standar pelaporan untuk bank. Untuk itu, tanyakan kepada konsultan pajak atau akuntan.
  • Kas, bukan laba. Usaha yang untung di atas kertas tetap bisa kehabisan uang bila pembeli membayar mundur atau stok menumpuk. Arus kas dibahas di kelas Manajemen Keuangan, bukan di rumus impas.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa rumus titik impas (BEP) dalam unit?

Biaya tetap sebulan dibagi marjin kontribusi per unit, yaitu harga jual dikurangi biaya variabel per unit. Contoh: Rp3.600.000 dibagi Rp4.500 sama dengan 800 unit. Hasil berkoma dibulatkan ke atas.

Apakah HPP sama dengan modal per produk?

Dalam percakapan sehari-hari sering begitu, yaitu biaya bahan dan kemasan per unit. Di akuntansi, harga pokok penjualan adalah biaya barang yang benar-benar laku dalam satu periode, dihitung dari persediaan awal ditambah pembelian dikurangi persediaan akhir.

Kenapa harga dari target marjin 40% bukan modal dikali 1,4?

Karena marjin dihitung terhadap harga jual, bukan terhadap modal. Harga yang benar adalah modal dibagi (1 − 0,40). Modal Rp7.500 dikali 1,4 hanya menghasilkan marjin 28,6 persen, jauh di bawah target.

Apakah gaji pemilik usaha masuk biaya tetap?

Saran redaksi: masukkan, bila pemilik bekerja di usahanya. Tanpa itu titik impas terlihat lebih rendah dari kenyataan, dan usaha tampak untung padahal hanya membayar tenaga pemiliknya di bawah harga pasar.

Apakah kelas Hitungan Untung Rugi Usaha gratis dan perlu aplikasi khusus?

Gratis sampai selesai dan tidak perlu memasang aplikasi. Latihannya berupa soal angka dan lembar kerja di browser yang diperiksa otomatis, dengan empat misi yang menggabungkan isi tiap modul.

Lanjut dari sini

Bagian lanjutan

Kabari saya saat ada panduan baru

Satu email tiap ada panduan baru di topik ini. Tanpa iklan, bisa berhenti kapan saja.

Kami hanya menyimpan email, halaman ini, dan nama kampanye, tanpa nama atau alamat IP. Privasi