Panduan
Format TKA SMA/SMK 2026: mata uji wajib dan pilihan, bentuk soal, jumlah soal dan waktu, jadwal, dan simulasi resmi
Format Tes Kemampuan Akademik SMA/SMK 2026 menurut kerangka asesmen BSKAP dan siaran pers Kemendikdasmen: tiga mata uji wajib dan dua mata uji pilihan, tiga bentuk soal termasuk pilihan ganda kompleks, jumlah soal dan waktu tiap mata uji wajib, jadwal pelaksanaan resmi, simulasi Ayo Coba TKA dari Pusmendik, dan perbedaan simulasi KelasGratis dengan tes aslinya.
Ditulis Redaksi KelasGratis · Terbit
Untuk Siswa SMA, SMK, dan MA kelas 12 yang akan menempuh TKA, serta guru dan orang tua yang ingin memahami format tesnya dari dokumen resmi.

Tes Kemampuan Akademik (TKA) mengukur capaian akademik murid dengan standar nasional. Kerangka asesmennya menegaskan bahwa TKA bukan evaluasi penentu kelulusan dari sekolah; kelulusan tetap kewenangan pendidik dan satuan pendidikan. Hasilnya, menurut Kemendikdasmen, bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi pendidikan lanjutan. Artikel ini merangkum formatnya dari dokumen resmi supaya latihanmu meniru tes yang benar. Penilaian redaksi di artikel ini berdasarkan sumber yang dicantumkan di bagian akhir.
Mata uji wajib dan mata uji pilihan
Menurut kerangka asesmen BSKAP, setiap peserta mengerjakan semua mata uji wajib, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, ditambah dua mata uji pilihan yang sesuai dengan program studi tujuan di perguruan tinggi atau pilihan kariernya.
Mata uji pilihan yang tercantum di kerangka itu: Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris Tingkat Lanjut; Fisika, Kimia, dan Biologi; Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Sejarah, dan Antropologi; enam bahasa asing (Prancis, Jerman, Jepang, Mandarin, Korea, dan Arab); serta Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan khusus SMK/MAK. Untuk 2026, siaran pers Kemendikdasmen 639/2026 menyebut penambahan mata pelajaran kejuruan berdasarkan rumpun program keahlian SMK, jadi daftar pilihan untuk SMK lebih panjang daripada daftar di kerangka 2025.
Jumlah soal dan waktu mata uji wajib
Tabel berikut dirakit dari cetak biru yang sama dengan simulasi TKA kami: Bahasa Indonesia 30 soal, Matematika 25 soal, Bahasa Inggris 30 soal, masing-masing 75 menit. Durasi tercantum dalam siaran pers Kemendikdasmen 639/2026. Halaman kerangka asesmen Pusmendik tidak merinci jumlah soal per mata uji, jadi jumlah soal di sini mengikuti publikasi BBPMP Jawa Barat, unit Kemendikdasmen, tanggal 6 Oktober 2026.
| Bagian | Soal | Waktu |
|---|---|---|
| Bahasa Indonesia | 30 | 75 menit |
| Matematika | 25 | 75 menit |
| Bahasa Inggris | 30 | 75 menit |
| Total | 85 | 225 menit |
Baris total di tabel adalah jumlah waktu, bukan satu sesi. Pada 2026 setiap mata uji wajib dikerjakan pada hari yang berbeda. Menurut BBPMP Jawa Barat, pada 2025 ketiganya masih dikerjakan dalam satu hari, dan waktu Matematika naik dari 60 menit menjadi 75 menit. Waktu mata uji pilihan tidak termasuk dalam tabel ini.
Tiga bentuk soal
- Pilihan ganda sederhana: hanya satu pilihan jawaban yang benar.
- Pilihan ganda kompleks MCMA (multiple choice multiple answers): bisa lebih dari satu pilihan yang benar, dan peserta memilih semua yang dianggap benar.
- Pilihan ganda kompleks kategori: beberapa pernyataan yang masing-masing harus direspons, misalnya benar atau salah, sesuai atau tidak sesuai.
Kerangka yang sama membedakan soal tunggal, yang berdiri sendiri, dan soal grup, yaitu beberapa soal yang mengacu pada satu stimulus seperti satu teks atau satu grafik.
Apa yang diuji tiap mata uji wajib
| Mata uji | Muatan menurut kerangka asesmen | Kelas latihan |
|---|---|---|
| Bahasa Indonesia | Hanya keterampilan membaca: teks informasi (tunggal atau jamak) dan teks fiksi sepanjang 250–300 kata; menemukan informasi tersurat, menyimpulkan yang tersirat, menilai gagasan, fakta, dan opini, serta menanggapi isi teks | Literasi Membaca, Bahasa Indonesia Baku |
| Matematika | Bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, data dan peluang, serta trigonometri, pada tiga level kognitif: pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, dan penalaran | Aljabar Dasar, Geometri Dasar, Statistika dan Peluang, Eksponen, Logaritma, dan Trigonometri |
| Bahasa Inggris | Membaca teks descriptive, recount, narrative, procedure, dan analytical exposition dalam konteks sehari-hari, kerja, dan akademik, dengan kompleksitas A2 dan B1 | Bahasa Inggris untuk Tes |
Jadwal TKA SMA/SMK 2026
Siaran pers Kemendikdasmen 639/2026 tanggal 28 Juli 2026 menyebut pendaftaran dibuka 27 Juli sampai 27 September 2026 dan pelaksanaan TKA utama dijadwalkan 26 Oktober sampai 8 November 2026. BBPMP Jawa Barat mencatat gladi bersih TKA dan Asesmen Nasional dalam dua gelombang, 5–11 Oktober dan 12–18 Oktober 2026, dan pelaksanaannya diintegrasikan dengan Asesmen Nasional. Hari dan sesi tiap murid mengikuti pengaturan gelombang dan sesi di sekolahnya, jadi tanyakan jadwal pastimu ke sekolah.
Simulasi resmi: Ayo Coba TKA
Pusmendik menyediakan simulasi resmi bernama Ayo Coba TKA. Di halamannya kamu memilih jenjang (SMA/MA/SMK/MAK/sederajat), jenis mata pelajaran (wajib atau pilihan), dan mata pelajarannya, lalu menekan Mulai Simulasi. Pakai simulasi itu untuk mengenal tampilan tes resmi. Simulasi kami tidak memuat pilihan ganda kompleks, jadi untuk bentuk MCMA dan kategori, pakai juga contoh soal yang dimuat kerangka asesmen BSKAP untuk ketiga bentuk soal.
Apa yang berbeda di simulasi TKA kami
Simulasi TKA KelasGratis meniru jumlah soal dan waktu mata uji wajib, lalu memberi pembahasan tiap soal setelah selesai. Perbedaannya dengan TKA resmi kami tulis apa adanya:
- Jumlah soal dan waktu mengikuti TKA SMA/SMK 2026: Bahasa Indonesia 30 soal, Matematika 25 soal, dan Bahasa Inggris 30 soal, masing-masing 75 menit. Durasi 75 menit tercantum dalam siaran pers Kemendikdasmen 639/2026. Pusmendik tidak merinci jumlah soal per mapel di halaman kerangka asesmen; jumlah di sini mengikuti publikasi BBPMP Jawa Barat (unit Kemendikdasmen) tanggal 6 Oktober 2026.
- Di TKA resmi tiap mapel wajib dikerjakan pada hari yang berbeda. Di sini ketiganya berurutan dalam satu sesi, masing-masing dengan waktu sendiri, dan bagian yang sudah ditutup tidak bisa dibuka lagi.
- Semua soal berbentuk pilihan ganda satu jawaban dengan lima opsi (A–E) seperti contoh soal pilihan ganda di kerangka asesmen. Bentuk pilihan ganda kompleks (MCMA dan kategori benar/salah) di TKA resmi ditulis ulang menjadi pilihan ganda satu jawaban.
- Lingkup materi mengikuti kerangka asesmen: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris hanya menguji membaca, dan kaidah bahasa (kata serapan, ejaan, kata baku, kalimat efektif) diuji lewat penggunaannya dalam teks. Logaritma tidak disertakan karena termasuk Matematika Tingkat Lanjut, bukan Matematika wajib.
- Mapel pilihan serta survei karakter dan lingkungan belajar tidak disertakan.
- Skor ditampilkan sebagai jumlah benar per mapel, bukan nilai TKA resmi.
Cara memakai keduanya: kerjakan Ayo Coba TKA untuk mengenal tampilan tes resmi, kerjakan simulasi kami dengan batas waktu penuh untuk melatih tempo, lalu buka kelas yang sesuai untuk muatan yang paling banyak salah.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah nilai TKA menentukan kelulusan SMA atau SMK?
Tidak. Kerangka asesmen BSKAP menegaskan TKA bukan evaluasi untuk menentukan kelulusan murid dari satuan pendidikan; kelulusan tetap kewenangan pendidik dan sekolah. Hasil TKA dipakai sebagai informasi capaian akademik dan salah satu pertimbangan seleksi pendidikan lanjutan.
Berapa mata uji pilihan yang dikerjakan?
Kerangka asesmen BSKAP menetapkan dua mata uji pilihan, dipilih sesuai program studi tujuan di perguruan tinggi atau pilihan karier, di samping semua mata uji wajib. Daftar lengkap pilihannya ada di kerangka asesmen itu, dan untuk SMK bertambah pada 2026.
Apakah simulasi KelasGratis memakai soal TKA asli?
Tidak. Soalnya ditulis sendiri mengikuti muatan di kerangka asesmen, dan semuanya pilihan ganda satu jawaban. Simulasi resmi tersedia di Ayo Coba TKA dari Pusmendik, dan contoh soal ketiga bentuk ada di kerangka asesmen BSKAP; tautan keduanya ada di bagian sumber.
Lanjut dari sini
Bagian dari panduan Latihan soal penalaran tes kerja: numerik, logis, verbal, wawasan kebangsaan, dan bahasa Inggris