Lompat ke konten utama
Masuk

Skripsi & riset

Tinjauan pustaka dari sumber yang sudah kamu baca

Fase A menyusun matriks sintesis dari abstrak yang kamu tempel; fase B merangkainya jadi narasi yang kritis.

  • Bentuk: Dua fase
  • 2 langkah
  • 5 isian

Untuk: Mahasiswa yang sudah mengumpulkan jurnal dan ingin menyusun penelitian terdahulu. · Diperbarui

Prompt siap salin

Kirim berurutan dalam satu percakapan, satu pesan per langkah, dan baca jawabannya sebelum lanjut.

  1. Fase A — matriks sintesis

    Judul skripsi saya: "{{judul}}". Fokus: {{fokus penelitian}}. Di bawah ini penelitian terdahulu yang sudah saya temukan dan baca sendiri, masing-masing dengan abstraknya. Simpan dan analisis, lalu buat matriks: Penulis (tahun) | Tujuan | Metode | Temuan utama | Keterbatasan | Persamaan dengan penelitian saya | Perbedaan. Setelah matriks, kelompokkan penelitian itu berdasarkan tema temuan dan tuliskan celah penelitian yang muncul. Pakai hanya isi abstrak; jangan mengarang temuan.
    
    Penelitian 1 — {{nama peneliti}}, {{tahun}}, "{{judul}}"
    Abstrak: {{tempel abstrak}}
    
    Penelitian 2 — {{nama peneliti}}, {{tahun}}, "{{judul}}"
    Abstrak: {{tempel abstrak}}
    
    Penelitian 3 — {{nama peneliti}}, {{tahun}}, "{{judul}}"
    Abstrak: {{tempel abstrak}}
  2. Fase B — narasi

    Kirim setelah matriksnya kamu periksa.

    Dari matriks tadi, susun kerangka narasi "Penelitian Terdahulu" per tema (bukan per penulis). Tiap paragraf: klaim tema, bukti dari beberapa penelitian (sebut nama belakang dan tahun dari daftar saya saja), perbandingan dengan penelitian saya, dan kalimat relevansi di akhir. Tambahkan kalimat transisi antarparagraf. Klaim tanpa dasar di daftar tandai [perlu sumber].

Bedah prompt: kenapa ini bekerja

Tiap potongan di bawah dikutip persis dari prompt di atas.

  1. sudah saya temukan dan baca sendiri

    Input berupa sumber terverifikasi adalah cara paling ampuh mencegah sitasi fiktif, masalah terbesar skripsi berbantuan AI.

  2. masing-masing dengan abstraknya

    Memberi abstrak, bukan hanya judul, membuat AI menganalisis isi penelitian, bukan menebak dari judulnya.

  3. per tema (bukan per penulis)

    Tinjauan pustaka yang kuat membandingkan penelitian, bukan berupa parade ringkasan satu per satu.

  4. Dari matriks tadi

    Fase B baru dikirim setelah matriks kamu periksa. Jeda ini memberi kesempatan mengoreksi pemahaman AI sebelum jadi narasi panjang.

Kalau jawabannya belum pas

Kirim di percakapan yang sama. Perintah yang spesifik jauh lebih efektif daripada "perbaiki lagi".

  • Narasinya terasa seperti daftar

    Paragraf 2 masih berbentuk "A meneliti…, B meneliti…". Tulis ulang supaya diawali klaim tema, lalu penelitiannya dipakai sebagai bukti.

Kelas terkait

Prompt lain di Skripsi & riset