Materi
Setiap baris log membawa stempel waktu, dan analis harus tahu zona waktunya sebelum membandingkan event dari dua sumber. Ada dua bentuk yang sering ditemui. Pertama, format syslog BSD (RFC 3164): 'Mmm dd hh:mm:ss', misalnya 'Oct 14 01:20:05'. Bentuk ini tidak mencantumkan tahun maupun zona, dan hari satu digit ditulis dengan dua spasi ('Oct 7'). Kedua, format ISO 8601 / RFC 3339 yang dipakai RFC 5424: tanggal dan waktu dipisah huruf 'T' dan diakhiri offset zona, misalnya '2026-10-14T09:06:15+08:00'.
Offset adalah 'waktu lokal dikurangi UTC' (RFC 3339). Jadi 18:50:00-04:00 sama dengan 22:50:00Z (UTC), dan akhiran 'Z' berarti offset nol (UTC). Indonesia memakai tiga zona menurut Keppres 41/1987: WIB dengan tolok GMT+7, WITA GMT+8, dan WIT GMT+9. Untuk mengubah waktu lokal ke UTC, kurangi offsetnya: 09:00 WITA (+08:00) sama dengan 01:00 UTC.
| Zona | Tolok | Offset |
|---|---|---|
| WIB (Waktu Indonesia Barat) | GMT+7 | +07:00 |
| WITA (Waktu Indonesia Tengah) | GMT+8 | +08:00 |
| WIT (Waktu Indonesia Timur) | GMT+9 | +09:00 |
SP 800-92 memperingatkan bahwa jam tiap host bisa tidak sinkron, sehingga stempel waktu dua log bisa menyesatkan urutan kejadian; organisasi menyelaraskan jam dengan Network Time Protocol (NTP) supaya korelasi antarlog bisa dipercaya.