Materi
Network Denial of Service (T1498) menghabiskan kapasitas koneksi sebuah layanan; ATT&CK mencontohkan lalu lintas 10 Gbps yang diarahkan ke server berkoneksi 1 Gbps. Bila volumenya melebihi kapasitas koneksi, penyaringan di kantor tidak menolong karena pipanya sudah penuh, sehingga lalu lintas disaring di hulu oleh penyedia internet, CDN, atau penyedia mitigasi DoS. Adversary-in-the-Middle (T1557) menyalahgunakan protokol yang menentukan arah lalu lintas, seperti ARP dan DNS, supaya perangkat korban berkomunikasi lewat sistem penyerang. Pada ARP Cache Poisoning (T1557.002), penyerang menjawab permintaan ARP dengan alamat MAC miliknya. Pengaman yang disebut halamannya: lalu lintas dienkripsi, misalnya dengan TLS, dan switch memakai DHCP Snooping serta Dynamic ARP Inspection.
| Teknik ATT&CK | Yang dilakukan penyerang | Pengaman utama |
|---|---|---|
| Password Guessing (T1110.001) | Banyak kata sandi dicoba ke satu akun | Penguncian akun setelah sejumlah kegagalan; MFA |
| Password Spraying (T1110.003) | Satu atau sedikit kata sandi umum dicoba ke banyak akun agar tidak terkunci | MFA |
| Credential Stuffing (T1110.004) | Pasangan nama dan kata sandi bocoran layanan lain dicoba, memanfaatkan kata sandi yang dipakai ulang | MFA |
| Password Cracking (T1110.002) | Hash curian ditebak di komputer penyerang, termasuk dengan tabel pelangi | Salt unik per kata sandi dan algoritma hash yang lambat |
OWASP menyebut MFA sejauh ini pertahanan terbaik terhadap sebagian besar serangan kata sandi, termasuk credential stuffing dan password spraying. Untuk penyimpanan, OWASP meminta salt acak yang unik untuk setiap kata sandi: penyerang harus memecahkan hash satu per satu, tabel pelangi yang dihitung lebih dulu tidak bisa dipakai, dan dua pengguna berkata sandi sama tetap menghasilkan hash berbeda.