Materi
str.lower() mengubah huruf ke huruf kecil, sedangkan str.casefold() melakukan case folding: bentuk yang lebih agresif dan dibuat untuk perbandingan tanpa membedakan huruf besar-kecil. Dokumentasi Python memberi contohnya: huruf Jerman ß sudah berupa huruf kecil, sehingga lower() membiarkannya, sementara casefold() mengubahnya menjadi ss. Untuk teks Bahasa Indonesia yang hanya berisi huruf Latin dasar, kedua method memberi hasil yang sama; perbedaannya muncul pada nama dan kata asing.
print("Straße".lower()) # straße
print("Straße".casefold()) # strasse
print("Straße".casefold() == "STRASSE".casefold()) # True
print(" Jl. Sudirman ".split()) # ['Jl.', 'Sudirman']casefold dipakai saat mencocokkan isian pengguna dengan daftar, mencari kata di ulasan, atau menghitung kata tanpa terpecah karena huruf kapital. Contoh di Unicode HOWTO Python untuk perbandingan tanpa membedakan huruf menormalkan teks ke NFD, melakukan casefold, lalu menormalkan lagi, karena hasil casefold dapat berupa urutan yang belum ternormalisasi.
Spasi juga perlu dirapikan. str.split() tanpa argumen memecah pada deretan spasi, tab, atau baris baru apa pun dan tidak menghasilkan bagian kosong, sehingga " ".join(teks.split()) mengubah spasi ganda menjadi satu spasi. str.strip() hanya membuang spasi di kedua ujung, tidak di tengah.