Materi
Katering Bu Ani mengeluh halaman menunya terasa lambat dibuka dari tautan di media sosial. Pengukuran tetap di bawah diambil dari satu kunjungan uji. Misi ini menggabungkan pelajaran 1 dan 2: jumlahkan fase sampai byte pertama, telusuri rantai alamatnya, lalu perbaiki tautan di halaman supaya pengunjung tidak lagi membayar redirect.
| Permintaan | Status | Fase dan durasi |
|---|---|---|
| http://buani.example/menu | 301 → https://buani.example/menu | total 150 ms |
| https://buani.example/menu | 301 → https://www.buani.example/menu | total 130 ms |
| https://www.buani.example/menu | 200 | DNS 30 ms, TCP 45 ms, TLS 60 ms, menunggu 420 ms, unduh 85 ms |
Urutan pemeriksaan: hitung TTFB lengkap termasuk redirect, tentukan fase terbesar, lalu cari tautan di halaman sendiri yang masih menunjuk alamat lama. Fase terbesar menentukan perbaikan yang dicoba lebih dulu.
Perhatikan bahwa permintaan ketiga membuka koneksi baru: host www.buani.example berbeda dari buani.example, jadi DNS, TCP, dan TLS dibayar lagi setelah dua redirect. Rantai dua langkah ini lahir dari dua aturan server yang masing-masing masuk akal, yaitu memaksa https dan memaksa www. Tautan internal yang langsung menulis alamat akhir melewati keduanya; tautan dari luar yang tidak bisa diubah tetap membayar rantainya, sehingga server juga bisa mengalihkan http://buani.example langsung ke alamat akhir dalam satu langkah.