Lompat ke konten utama
Masuk

Panduan

Latihan soal tes logika: ingkaran, jika-maka, silogisme, dan soal penempatan, beserta jebakan yang paling sering

Contoh soal tes logika yang sering muncul di tes seleksi, dengan cara memeriksanya: ingkaran kalimat berkata semua dan ada, implikasi jika-maka beserta konvers, invers, dan kontraposisinya, modus ponens dan modus tollens, silogisme, simpulan yang terdengar masuk akal tetapi tidak sah, dan soal penempatan bersyarat yang diselesaikan dengan tabel bantu.

Ditulis Redaksi KelasGratis · Terbit 2026-09-26

Untuk siapa: Pencari kerja, peserta seleksi CPNS atau BUMN, dan calon mahasiswa yang sering ragu memilih jawaban di bagian penalaran logis atau analitis.

Soal logika jarang menguji hafalan. Ia menguji apakah kamu bisa menolak jawaban yang terdengar benar tetapi tidak mengikuti dari pernyataannya. Karena itu cara berlatih yang paling berguna adalah mengenali beberapa bentuk yang selalu berlaku, dan beberapa jebakan yang selalu menggoda. Contoh di bawah bukan salinan soal tes mana pun. Penilaian redaksi di artikel ini berdasarkan sumber yang dicantumkan di bagian akhir.

Ingkaran kalimat berkata semua dan ada

Ingkaran dari "Semua karyawan hadir rapat" adalah "Ada karyawan yang tidak hadir rapat", bukan "Semua karyawan tidak hadir rapat". Untuk membantah kata semua, cukup satu orang yang tidak memenuhi. Sebaliknya, ingkaran dari "Ada peserta yang lulus" adalah "Tidak ada peserta yang lulus", atau "Semua peserta tidak lulus". Pola umumnya: semua menjadi ada yang tidak, dan ada menjadi semua tidak.

PernyataanIngkarannyaJebakan yang sering dipilih
Semua A adalah BAda A yang bukan BSemua A bukan B
Ada A yang BSemua A tidak BAda A yang tidak B
p dan qtidak p atau tidak qtidak p dan tidak q
p atau qtidak p dan tidak qtidak p atau tidak q
Jika p maka qp dan tidak qJika p maka tidak q

Jika-maka dan tiga saudaranya

Ambil implikasi "Jika hujan, maka jalan basah". Kontraposisinya, "Jika jalan tidak basah, maka tidak hujan", selalu bernilai sama dengan implikasi awalnya, jadi boleh dipakai sebagai jawaban yang setara. Konversnya, "Jika jalan basah, maka hujan", dan inversnya, "Jika tidak hujan, maka jalan tidak basah", tidak setara: jalan bisa basah karena disiram. Soal tes sering menyajikan konvers atau invers sebagai pilihan yang terdengar paling wajar.

Tiga bentuk penarikan simpulan yang sah

  • Modus ponens: jika p maka q; p benar; jadi q. Contoh: jika lulus pelatihan maka mendapat sertifikat; Rina lulus pelatihan; jadi Rina mendapat sertifikat.
  • Modus tollens: jika p maka q; q salah; jadi p salah. Contoh: jika lulus pelatihan maka mendapat sertifikat; Dodi tidak mendapat sertifikat; jadi Dodi tidak lulus pelatihan.
  • Silogisme: jika p maka q; jika q maka r; jadi jika p maka r.

Silogisme dengan semua dan sebagian

Semua staf keuangan memakai Excel. Sebagian staf baru adalah staf keuangan. Simpulan yang sah: sebagian staf baru memakai Excel. Bandingkan dengan: semua staf keuangan memakai Excel, dan sebagian staf baru memakai Excel. Di sini tidak ada simpulan tentang apakah staf baru itu staf keuangan, karena orang yang memakai Excel tidak harus staf keuangan. Menggambar dua atau tiga lingkaran yang saling menutup adalah cara tercepat untuk memeriksanya.

Soal penempatan: tuliskan tabelnya

Ani, Budi, dan Citra duduk berjajar di kursi 1 sampai 3 dari kiri. Ani tidak duduk di ujung. Budi duduk di sebelah kanan Citra. Siapa duduk di kursi 3? Karena Ani tidak di ujung, Ani di kursi 2. Tersisa kursi 1 dan 3 untuk Budi dan Citra, dan Budi harus di sebelah kanan Citra, jadi Citra di kursi 1 dan Budi di kursi 3. Pada soal dengan lima orang atau lebih, cara yang sama tetap berlaku: tulis tabel kosong, isi syarat yang paling mengikat lebih dulu, lalu coret kemungkinan yang dilanggar.

Cara memeriksa jawaban dalam sepuluh detik

  1. Tandai kata kunci: semua, ada, sebagian, jika, hanya jika, dan, atau.
  2. Tulis ulang pernyataan dengan huruf p dan q bila kalimatnya panjang.
  3. Untuk setiap pilihan jawaban, tanyakan: apakah bisa salah padahal semua pernyataan benar? Kalau bisa, pilihan itu bukan simpulan yang sah.
  4. Bila tidak ada pilihan yang pasti mengikuti, jawaban "tidak dapat disimpulkan" sering kali benar.

Seluruh bentuk di atas, termasuk ingkaran, empat arah implikasi, simpulan yang tidak sah, dan soal penempatan bersyarat dengan tabel bantu, dilatih di kelas Penalaran Logis dan Analitis. Sebagian latihannya berupa pembuktian dengan tabel kebenaran, supaya kamu tidak hanya menghafal polanya.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa beda kontraposisi dan invers?
Dari jika p maka q, kontraposisinya jika tidak q maka tidak p, dan selalu setara dengan pernyataan awal. Inversnya jika tidak p maka tidak q, dan tidak setara. Yang dibalik dan diingkar sekaligus adalah kontraposisi.
Kapan memilih jawaban tidak dapat disimpulkan?
Ketika setiap pilihan lain masih mungkin salah walaupun semua pernyataan di soal benar. Jebakan menegaskan akibat dan mengingkari sebab adalah contoh paling umum yang jawabannya tidak dapat disimpulkan.
Apakah perlu belajar logika matematika untuk tes kerja?
Tidak perlu sampai tingkat kuliah. Yang dipakai adalah ingkaran, implikasi dengan kontraposisinya, beberapa bentuk simpulan yang sah, dan kebiasaan menulis tabel bantu untuk soal penempatan.

Lanjut dari sini

Sumber

Kabari saya saat ada panduan baru

Satu e-mail setiap kali panduan baru di topik ini terbit. Tanpa iklan, berhenti kapan saja. Semua materi tetap gratis tanpa mendaftar.

Yang kami simpan: alamat e-mail, halaman tempat kamu mendaftar, dan nama kampanye. Tidak ada nama dan tidak ada alamat IP. Baca halaman privasi.