Lompat ke konten utama
Masuk

Panduan

Format skripsi di Word: gaya heading, daftar isi otomatis, nomor halaman, dan keterangan gambar yang tetap rapi setelah direvisi

Cara menyusun format skripsi di Microsoft Word supaya tetap rapi setelah revisi berkali-kali: membaca pedoman kampus lebih dulu, memakai gaya Heading alih-alih menebalkan huruf, membagi dokumen menjadi bagian, membuat daftar isi dan daftar gambar otomatis, memasang nomor halaman romawi dan angka, lalu memeriksa semuanya sebelum dicetak atau diunggah.

Ditulis Redaksi KelasGratis · Terbit

Untuk Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi, tugas akhir, atau laporan magang di Microsoft Word dan lelah merapikan ulang format setiap kali ada revisi dari pembimbing.

Skripsi jarang berantakan karena isinya. Ia berantakan karena formatnya dikerjakan dengan tangan: judul bab ditebalkan satu per satu, daftar isi diketik lalu nomor halamannya disesuaikan manual, dan nomor halaman romawi dibuat di berkas terpisah. Setiap revisi pembimbing menggeser satu paragraf, dan semua itu harus dibetulkan lagi. Panduan ini menyusun urutan kerja yang membuat Word mengerjakan bagian mekanisnya. Penilaian redaksi di artikel ini berdasarkan sumber yang dicantumkan di bagian akhir.

Nama menu ditulis dalam bahasa Indonesia dengan padanan bahasa Inggrisnya di dalam kurung, karena Word di laptop mahasiswa bisa berbahasa apa saja. Letak menu di Word untuk Windows, Mac, dan versi web sedikit berbeda, tetapi nama perintahnya sama.

Mulai dari pedoman kampus, bukan dari templat unduhan

Margin, jenis dan ukuran huruf, spasi, letak nomor halaman, dan penulisan judul bab ditentukan pedoman penulisan kampus atau fakultasmu, dan angkanya berbeda antarkampus. Banyak pedoman memakai margin kiri lebih lebar untuk penjilidan dan spasi 1,5 atau 2 untuk isi, tetapi itu hanya contoh; yang berlaku adalah pedomanmu. Catat angka-angka itu di satu halaman sebelum membuka Word, karena semuanya akan dimasukkan ke gaya, bukan ke paragraf satu per satu.

Bagian skripsiDiatur lewatKalau dikerjakan manual
Judul bab (BAB I, BAB II)Gaya Heading 1Tidak muncul di daftar isi otomatis
Subbab (1.1, 1.2)Gaya Heading 2 dan 3Ukuran dan jarak tidak seragam antarbab
Isi paragrafGaya Normal atau gaya isi buatan sendiriSpasi dan indentasi berbeda di tiap halaman
Keterangan tabel dan gambarSisipkan Keterangan (Insert Caption)Nomor gambar kacau setelah satu gambar ditambah
Nomor halaman romawi dan angkaHentian bagian (section break)Harus dipecah jadi dua berkas

Langkah 1: atur gaya, jangan menebalkan huruf

Gaya adalah kumpulan format yang diberi nama: jenis huruf, ukuran, tebal, spasi sebelum dan sesudah, rata tengah atau kiri. Ubah gaya Heading 1 sekali, misalnya huruf kapital tebal rata tengah dengan jarak tertentu sebelum paragraf, lalu terapkan ke semua judul bab. Kalau pembimbing meminta judul bab diperbesar, kamu mengubah satu gaya, bukan tiga puluh judul. Caranya: klik kanan nama gaya di grup Gaya (Styles) pada tab Beranda (Home), pilih Ubah (Modify), lalu isi angka dari pedomanmu.

Gaya Heading juga yang dibaca Word untuk membuat daftar isi dan Panel Navigasi (Navigation Pane). Judul yang hanya ditebalkan terlihat sama di layar, tetapi bagi Word ia paragraf biasa. Buka Panel Navigasi dari tab Tampilan (View): kalau sebuah bab tidak muncul di sana, ia juga tidak akan muncul di daftar isi.

Langkah 2: bagi dokumen menjadi bagian

Halaman awal skripsi biasanya bernomor romawi kecil dan bab isi bernomor angka yang dimulai dari 1. Word hanya bisa memberi dua format nomor yang berbeda bila dokumennya dibagi menjadi bagian (section). Letakkan kursor di awal BAB I, lalu pilih Tata Letak (Layout) > Hentian (Breaks) > Halaman Berikutnya (Next Page) di kelompok hentian bagian. Hentian bagian tidak sama dengan hentian halaman biasa: hentian halaman hanya memindahkan teks ke halaman baru, hentian bagian memulai pengaturan baru untuk nomor halaman, header, dan orientasi.

Bagian yang sama berguna untuk lampiran: tabel lebar yang harus dicetak mendatar diletakkan di bagiannya sendiri dengan orientasi lanskap, tanpa membuat halaman lain ikut mendatar.

Langkah 3: daftar isi, daftar tabel, dan daftar gambar otomatis

Setelah semua judul memakai gaya Heading, daftar isi dibuat dari Referensi (References) > Daftar Isi (Table of Contents). Untuk tabel dan gambar, beri keterangan lewat Referensi > Sisipkan Keterangan (Insert Caption); Word menomori keterangan itu berurutan dan menyusun ulang nomornya bila ada gambar yang ditambah atau dihapus. Daftar gambar dan daftar tabel dibuat dari Referensi > Sisipkan Daftar Gambar (Insert Table of Figures), dengan memilih label Gambar atau Tabel. Langkah rinci dan masalah yang sering muncul dibahas di bagian lanjutan tentang daftar isi otomatis.

Langkah 4: nomor halaman romawi dan angka dalam satu berkas

Dengan dokumen yang sudah dibagi dua bagian, pasang nomor halaman dari Sisipkan (Insert) > Nomor Halaman (Page Number). Di bagian kedua, matikan Tautkan ke Sebelumnya (Link to Previous) di header atau footer supaya pengaturannya lepas dari bagian pertama. Lalu atur Format Nomor Halaman (Format Page Numbers): romawi kecil untuk bagian awal, angka dengan Mulai dari (Start at) 1 untuk BAB I. Urutan klik yang lengkap, termasuk halaman judul bab yang nomornya di bawah sementara halaman lain di atas, ada di bagian lanjutan tentang nomor halaman.

Pemeriksaan sebelum dicetak atau diunggah

  1. Perbarui semua isian otomatis: pilih seluruh dokumen (Ctrl+A), lalu tekan F9 atau klik kanan > Perbarui Bidang (Update Field). Daftar isi dan daftar gambar tidak memperbarui dirinya sendiri.
  2. Bandingkan tiga halaman acak di daftar isi dengan halaman sebenarnya.
  3. Buka Panel Navigasi dan pastikan urutan bab dan subbab sesuai kerangka.
  4. Periksa halaman pertama BAB I: nomornya harus 1, bukan lanjutan angka romawi.
  5. Simpan sebagai PDF dan periksa PDF-nya, bukan berkas Word-nya, karena itulah yang dibaca penguji.

Kerangka dasar semua langkah ini, yaitu gaya Heading, daftar, dan tabel, dilatih di kelas Dokumen Rapi dengan Microsoft Word, dengan latihan yang diperiksa otomatis. Daftar isi otomatis dan penomoran halaman per bagian belum punya latihan otomatis di kelas itu, jadi dua langkah tersebut dijelaskan di panduan ini dan bagian lanjutannya.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah boleh memakai templat skripsi dari kampus?

Boleh, dan sering kali lebih baik bila kampus menyediakannya. Periksa dulu apakah judul bab di templat itu memakai gaya Heading. Kalau hanya ditebalkan, daftar isi otomatis tidak akan membacanya dan kamu tetap harus memperbaiki gayanya.

Kenapa daftar isi saya tidak berubah setelah revisi?

Daftar isi di Word adalah isian yang tidak memperbarui diri sendiri. Klik daftar isinya lalu pilih Perbarui Tabel (Update Table) dan Perbarui seluruh tabel, atau pilih seluruh dokumen dan tekan F9 sebelum menyimpan.

Harus pakai Microsoft Word, tidak bisa Google Docs?

Google Docs juga punya gaya heading, daftar isi, dan nomor halaman. Panduan ini memakai Word karena langkah dan nama menunya mengikuti dokumentasi Microsoft yang dirujuk. Di aplikasi mana pun prinsipnya sama: gaya lebih dulu, lalu bagian dokumen, lalu isian otomatis.

Lanjut dari sini

Bagian lanjutan

Kabari saya saat ada panduan baru

Satu email tiap ada panduan baru di topik ini. Tanpa iklan, bisa berhenti kapan saja.

Kami hanya menyimpan email, halaman ini, dan nama kampanye, tanpa nama atau alamat IP. Privasi