Panduan
Nomor halaman romawi dan angka di Word dalam satu file skripsi, termasuk halaman judul bab yang nomornya di bawah
Langkah memasang nomor halaman romawi dan angka di Word dalam satu berkas skripsi: memisahkan halaman awal dan bab isi dengan hentian bagian, memutus tautan header dan footer, mengatur format dan angka awal, menaruh nomor di bawah khusus halaman judul bab, menyembunyikan nomor di halaman sampul, dan memeriksa hasilnya sebelum dicetak.
Ditulis Redaksi KelasGratis · Terbit
Untuk Mahasiswa tingkat akhir yang diminta memakai nomor romawi untuk halaman awal dan angka untuk bab isi, dan selama ini memecah skripsinya menjadi beberapa berkas.

Memecah skripsi menjadi dua berkas, satu untuk halaman romawi dan satu untuk halaman angka, berhasil sampai hari penggabungan: daftar isi tidak lagi menunjuk halaman yang benar dan satu revisi berarti mengedit dua berkas. Word bisa memberi dua format nomor dalam satu berkas lewat hentian bagian. Penilaian redaksi di artikel ini berdasarkan sumber yang dicantumkan di bagian akhir.
Contoh di bawah memakai susunan yang lazim: sampul tanpa nomor, halaman awal (pengesahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi) bernomor romawi kecil, dan BAB I sampai lampiran bernomor angka yang dimulai dari 1. Letak nomor, di bawah tengah atau kanan atas, mengikuti pedoman kampusmu.
Langkah 1: sisipkan hentian bagian sebelum BAB I
- Letakkan kursor tepat di depan tulisan BAB I.
- Buka Tata Letak (Layout) > Hentian (Breaks), pilih Halaman Berikutnya (Next Page) di kelompok Hentian Bagian (Section Breaks).
- Kalau di atas BAB I ada hentian halaman biasa, hapus hentian halaman itu supaya tidak muncul halaman kosong.
- Nyalakan tombol Tampilkan/Sembunyikan ¶ (Show/Hide) di tab Beranda untuk melihat tanda hentiannya.
Sekarang dokumen punya dua bagian: bagian 1 berisi sampul dan halaman awal, bagian 2 berisi BAB I dan seterusnya. Setiap bagian bisa punya header, footer, dan format nomor halamannya sendiri.
Langkah 2: putuskan tautan header dan footer
Klik dua kali area footer di halaman BAB I. Di tab Header & Footer yang muncul, matikan Tautkan ke Sebelumnya (Link to Previous). Lakukan juga untuk header bila nomornya diletakkan di atas. Langkah ini yang paling sering terlewat: selama tautannya menyala, setiap perubahan nomor di bagian 2 ikut mengubah bagian 1, dan sebaliknya.
Langkah 3: atur format dan angka awal
- Di bagian 1, sisipkan nomor halaman dari Sisipkan (Insert) > Nomor Halaman (Page Number), pilih letaknya.
- Buka Nomor Halaman > Format Nomor Halaman (Format Page Numbers), pilih format i, ii, iii.
- Pindah ke halaman BAB I, sisipkan nomor halaman dengan letak yang diminta pedoman.
- Buka Format Nomor Halaman, pilih format 1, 2, 3, lalu pilih Mulai dari (Start at) dan isi 1.
Sampul tanpa nomor
Klik dua kali footer halaman sampul, lalu nyalakan Halaman Pertama Berbeda (Different First Page). Nomor di halaman pertama bagian itu hilang, sedangkan halaman berikutnya tetap bernomor. Kalau pedomanmu meminta halaman pengesahan dihitung tetapi nomornya tidak dicetak, pengaturan yang sama dipakai: nomornya tetap dihitung Word, hanya tidak ditampilkan.
Halaman judul bab bernomor di bawah, halaman lain di atas
Sebagian pedoman meminta nomor di bawah tengah pada halaman yang memuat judul bab, dan di kanan atas pada halaman lainnya. Caranya memakai dua fitur yang sudah dibahas: setiap bab dimulai dengan hentian bagian Halaman Berikutnya, dan setiap bagian memakai Halaman Pertama Berbeda. Isi footer halaman pertama tiap bagian dengan nomor di tengah, dan header halaman lain dengan nomor di kanan. Untuk bagian BAB II dan seterusnya, pastikan Mulai dari diatur ke Lanjutkan dari bagian sebelumnya (Continue from previous section), bukan 1, supaya nomornya tidak kembali ke awal di setiap bab.
| Bagian | Isi | Format | Mulai dari |
|---|---|---|---|
| 1 | Sampul sampai daftar lampiran | i, ii, iii (sampul disembunyikan lewat Halaman Pertama Berbeda) | i |
| 2 | BAB I | 1, 2, 3 | 1 |
| 3 dan seterusnya | BAB II, BAB III, dan seterusnya | 1, 2, 3 | Lanjutkan dari bagian sebelumnya |
Periksa sebelum dicetak
Perbarui daftar isi setelah nomor halaman diatur, karena nomor halaman di daftar isi mengikuti nomor yang tampil, bukan urutan fisik halaman. Lalu simpan sebagai PDF dan periksa empat halaman: sampul, halaman romawi pertama yang terlihat, halaman pertama BAB I, dan halaman pertama BAB II. Kalau keempatnya benar, sisanya hampir pasti benar.
Pertanyaan yang sering muncul
Kenapa semua halaman ikut berubah jadi romawi saat saya mengubah format di BAB I?
Tautkan ke Sebelumnya masih menyala di header atau footer bagian BAB I, sehingga pengaturannya dibagi dengan bagian sebelumnya. Matikan tautan itu di bagian BAB I, lalu atur ulang format nomornya.
Muncul halaman kosong sebelum BAB I setelah memasang hentian bagian. Kenapa?
Biasanya karena di tempat yang sama sudah ada hentian halaman biasa. Nyalakan Tampilkan/Sembunyikan untuk melihat tanda hentiannya, lalu hapus hentian halaman yang lama dan sisakan hentian bagian.
Apakah halaman sampul dihitung sebagai halaman i?
Itu ditentukan pedoman kampus. Kalau sampul dihitung tetapi tidak diberi nomor, pakai Halaman Pertama Berbeda. Kalau sampul tidak dihitung sama sekali, pisahkan sampul ke bagiannya sendiri dan mulai halaman romawi dari bagian berikutnya.
Lanjut dari sini
Bagian dari panduan Format skripsi di Word: gaya heading, daftar isi otomatis, nomor halaman, dan keterangan gambar yang tetap rapi setelah direvisi