Materi
Layar membentuk warna dari cahaya merah, hijau, dan biru. Karena itu warna di layar ditulis dengan model RGB: tiga angka, satu untuk tiap kanal. MDN menjelaskan tiap angka sebagai kekuatan sumbangan satu warna primer. Di gambar 8 bit per kanal, Adobe mencatat rentangnya dari 0 sampai 255. Semua kanal 255 menghasilkan putih, semua kanal 0 menghasilkan hitam, dan tiga kanal yang sama besar menghasilkan abu-abu netral. Menambah cahaya berarti makin terang, sehingga RGB disebut model aditif; spesifikasi CSS Color 4 menyebut titik putihnya sebagai warna yang terbentuk ketika ketiga primer menyala penuh.
Mesin cetak bekerja terbalik. Model CMYK memberi tiap piksel persentase empat tinta proses: cyan, magenta, kuning, dan hitam. Putih terjadi ketika keempatnya 0 persen, yaitu kertas tanpa tinta, dan warna yang makin gelap memakai persentase tinta yang makin besar. Tinta menutup pantulan cahaya kertas, sehingga CMYK disebut model subtraktif. Adobe menyarankan CMYK untuk gambar di brosur cetak penuh warna dan RGB untuk gambar di web atau surel, serta mencatat bahwa mengubah RGB ke CMYK menghasilkan pisahan warna.
| RGB | CMYK | |
|---|---|---|
| Dipakai untuk | Layar, web, media sosial, surel | Cetak dengan tinta proses |
| Satuan kanal | 0–255 (8 bit per kanal) | 0%–100% tiap tinta |
| Putih | 255, 255, 255 | 0%, 0%, 0%, 0% |
| Makin gelap berarti | Angka makin kecil | Persentase tinta makin besar |
Contoh: warna oranye di layar tertulis R 240, G 120, B 20. Kanal merah paling besar, biru paling kecil. Kalau poster yang memakai oranye itu dikirim ke percetakan, berkasnya diubah ke CMYK di akhir penyuntingan, sesuai saran Adobe untuk menyunting di RGB lebih dulu. Satu kanal 8 bit menampung 256 tingkat, sehingga gambar RGB 8 bit per kanal memakai 8 × 3 = 24 bit per piksel; Adobe menyebutnya gambar 24 bit.