Materi
Google Docs (di antarmuka berbahasa Indonesia: Google Dokumen) adalah pengolah kata di peramban. Dokumennya tersimpan di Google Drive, dan perubahan disimpan otomatis selama tersambung ke internet, jadi tidak ada tombol Simpan. Dokumen baru bernama Dokumen tanpa judul sampai namanya diklik di kiri atas dan diganti.
Setiap paragraf memakai satu gaya paragraf. Pilihannya ada di menu Format → Gaya paragraf, atau di kotak bertuliskan Teks normal di bilah alat: Teks normal, Judul (Title), Subjudul (Subtitle), dan Tajuk 1 sampai Tajuk 6 (Heading 1–6). Gaya berlaku untuk satu paragraf penuh, jadi cukup letakkan kursor di paragraf itu.
| Gaya | Dipakai untuk |
|---|---|
| Judul | Nama dokumen di baris pertama |
| Subjudul | Keterangan di bawah judul, misalnya edisi atau tanggal berlaku |
| Tajuk 1 | Bagian utama atau bab |
| Tajuk 2 dan Tajuk 3 | Subbagian di dalam bagian, lalu rinciannya |
| Teks normal | Isi |
Kenapa tidak cukup membesarkan dan menebalkan huruf? Karena yang dibaca Google Docs adalah gayanya. Paragraf bergaya Tajuk otomatis masuk struktur dokumen dan daftar isi; baris yang hanya diperbesar tetap Teks normal dan dilewati keduanya. Gaya Subjudul juga tidak masuk struktur dokumen.
Contoh: Wulan, staf umum kantor cabang Semarang, menulis prosedur peminjaman proyektor. Nama prosedur diberi Tajuk 1, bagian Jadwal Peminjaman dan Pengembalian diberi Tajuk 2. Rekan yang membukanya langsung melihat kedua bagian itu di panel struktur.