Materi
Microsoft menyebut empat kejadian yang membuat berkas di OneDrive perlu dipulihkan: terhapus, tertimpa, rusak, atau terinfeksi perangkat perusak. Tiap kejadian ditolong lapis yang berbeda, dan prinsipnya sama di layanan awan mana pun.
Lapis pertama adalah tempat sampah, untuk berkas yang terhapus. Ada dua tempat sampah: milik komputer (Recycle Bin atau Trash) dan milik layanan awan di web. Microsoft mencatat bahwa berkas yang dihapus dari awan tidak muncul di Recycle Bin komputer, jadi carinya di tempat sampah web. Isinya hanya disimpan dalam batas waktu yang ditetapkan layanan, dan berkas yang dihapus permanen dari sana tidak bisa dipulihkan.
Lapis kedua adalah riwayat versi, untuk berkas yang tertimpa. Riwayat versi OneDrive bekerja untuk semua jenis berkas. Saat sebuah versi lama dipulihkan, versi itu menjadi versi kini dan versi kini sebelumnya tetap tersimpan di daftar, jadi memulihkan tidak menghapus apa pun. Di akun kerja, admin dapat mematikan fitur ini.
Lapis ketiga adalah cadangan terpisah, untuk perangkat perusak yang mengunci berkas (ransomware). CISA meminta cadangan disimpan offline karena banyak ransomware sengaja mencari lalu menghapus atau mengenkripsi cadangan yang bisa dijangkau. Perhatikan juga nama fitur: Microsoft menjelaskan bahwa pencadangan folder di Windows Backup bekerja dengan menyinkronkan folder ke OneDrive.