Materi
Dua perintah menjawab dua pertanyaan berbeda. df menjawab berapa sisa ruang di setiap sistem berkas: ukuran total, terpakai, tersisa, persentase terpakai (Use%), dan titik kaitnya. du menjawab folder mana yang memakai ruang itu: ia menjumlahkan blok disk yang dipakai setiap berkas di dalam folder.
df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/vda1 40G 37G 3.0G 93% /
du -sh /home/*
1.1G /home/deni
310M /home/wulanOpsi -h di keduanya mencetak ukuran dalam K, M, G (kelipatan 1024), bukan angka blok yang panjang. Pada du, -s merangkum satu angka per argumen alih-alih mendaftar setiap subfolder. Bintang di /home/* diperluas shell menjadi daftar isi folder, jadi du menghitung setiap folder di dalamnya secara terpisah.
Angka seperti 1.1G dan 310M tidak bisa diurutkan dengan sort -n karena satuannya berbeda; sort -n akan menaruh 310M di atas 1.1G. sort -h memahami akhiran satuan itu. Pola mencari pemakan disk menjadi: df -h untuk memastikan disk memang penuh, du -sh folder/* | sort -h untuk melihat isi terbesar di bagian bawah daftar, lalu masuk satu tingkat ke folder terbesar dan ulangi. Tambahkan -r pada sort untuk membalik urutan.
Kesalahan umum: menghapus berkas log yang masih ditulis layanan, misalnya akses.log yang aktif. Yang aman dihapus adalah log hasil rotasi lama seperti akses.log.1 atau cadangan yang sudah ada salinan lebih baru. Kesalahan kedua: menjalankan du pada folder milik root tanpa sudo dan mendapat Permission denied untuk sebagian isinya.