Materi
Di Linux, setiap berkas dan folder punya satu pemilik, satu grup, dan sembilan bit izin. Ketiganya menentukan siapa boleh membaca, mengubah, atau menjalankan berkas itu. Di Terminal Dasar, ls -l dipakai untuk melihat ukuran; di kelas ini kolom-kolom di sebelah kirinya yang dibaca.
ls -l /opt/kasir
-rwxr-x--- 1 deni kasir 2210 2026-09-22 tutup-hari.sh
-rw-rw-r-- 1 deni kasir 815 2026-09-22 harga.csv
drwxr-xr-x 1 root root 4096 2026-09-22 strukKarakter pertama menyebut jenisnya: tanda hubung untuk berkas biasa, d untuk folder, l untuk tautan simbolik. Sembilan karakter berikutnya dibaca per tiga: kelompok pemilik, kelompok grup, lalu kelompok lainnya. Huruf r berarti boleh membaca, w boleh menulis, x boleh menjalankan; tanda hubung berarti izin itu tidak ada. Sesudah itu muncul jumlah tautan, nama pemilik, nama grup, ukuran, tanggal, dan nama berkas.
| Huruf | Pada berkas | Pada folder |
|---|---|---|
| r | membaca isi | mendaftar nama di dalamnya |
| w | mengubah isi | membuat, menghapus, mengganti nama berkas di dalamnya |
| x | menjalankan sebagai program | masuk (cd) dan mengakses berkas di dalamnya |
Kernel hanya memakai satu kelompok untuk setiap pengguna. Bila kamu pemilik berkas, yang berlaku hanya tiga huruf pertama. Bila bukan pemilik tetapi anggota grup berkas, yang berlaku tiga huruf tengah. Selain itu, tiga huruf terakhir. Pada contoh di atas, anggota grup kasir yang bukan deni boleh membaca dan menjalankan tutup-hari.sh tetapi tidak mengubahnya, sedangkan pengguna lain sama sekali tidak bisa membukanya.
Kesalahan umum: membaca izin grup sebagai tambahan bagi pemilik. Pemilik berkas berizin r--rw---- tetap tidak bisa menulis meski grupnya boleh, karena bagi pemilik hanya kelompok pertama yang dihitung. Pesan yang muncul saat izin tidak cukup adalah Permission denied, misalnya cat: harga.csv: Permission denied.