Materi
Root (UID 0) boleh melakukan apa saja di sistem, termasuk menghapus seluruh isinya. Ubuntu mematikan login langsung ke akun root sejak instalasi dan memakai sudo sebagai gantinya: pengguna yang diizinkan menjalankan satu perintah dengan hak root, memakai kata sandinya sendiri. Dokumentasi Ubuntu Server menyebut dua alasannya: setiap tindakan tercatat atas nama orang yang melakukannya, dan admin bisa mengatur siapa boleh apa. Pengguna pertama yang dibuat penginstal masuk grup sudo, dan pengguna lain diberi akses penuh dengan memasukkannya ke grup itu.
sudo cat /var/log/kern.log # satu perintah sebagai root
sudo -u deni ls /home/deni # satu perintah sebagai pengguna deni
sudo whoami
rootOpsi -u menjalankan perintah sebagai pengguna lain, bukan root. Ini cara cepat menguji izin: sudo -u www-data cat berkas memperlihatkan persis apa yang akan dialami server web saat membaca berkas itu. Pengguna yang tidak ada di sudoers mendapat pesan seperti deni is not in the sudoers file, dan percobaannya tercatat.
Prinsip hak minimum, dalam glosarium NIST, berarti setiap pelaku hanya diberi sumber daya dan wewenang sebesar yang ia perlukan untuk tugasnya. Di server, artinya: sudo hanya untuk perintah yang memang butuh root, bukan untuk membuka seluruh sesi; staf yang hanya perlu membaca laporan dimasukkan ke grup laporan, bukan ke grup sudo; dan aplikasi berjalan sebagai pengguna layanan, bukan root.
Kesalahan umum: sudo echo teks > /etc/berkas ditolak dengan Permission denied. Pengalihan > dikerjakan oleh shell milikmu sebelum sudo berjalan, jadi berkasnya dibuka dengan hakmu sendiri, bukan hak root. Di sistem sungguhan berkas sistem disunting dengan sudo bersama penyunting teks atau perintah tee; keduanya tidak tersedia di simulator ini.