Materi
Glosarium NIST mendefinisikan analisis dampak bisnis (BIA) sebagai proses menganalisis fungsi operasional dan efek gangguan terhadapnya. NIST SP 800-34 Rev. 1 §3.2 memberi tiga langkah: menentukan proses bisnis dan tingkat kekritisan pemulihannya, mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan (fasilitas, orang, peralatan, perangkat lunak, berkas data, catatan penting), lalu menetapkan prioritas pemulihan.
Tiga ukuran waktunya. MTD (maximum tolerable downtime) adalah total waktu gangguan sebuah proses bisnis yang bersedia diterima pemilik sistem. RTO (recovery time objective) adalah waktu terlama sebuah sumber daya sistem boleh tidak tersedia sebelum berdampak tak dapat diterima pada proses dan MTD-nya. Karena RTO harus menjamin MTD tidak terlewati, RTO umumnya lebih pendek daripada MTD, dan waktu untuk memproses ulang data setelah sistem pulih ditambahkan ke RTO agar tetap di dalam MTD. RPO (recovery point objective) adalah titik waktu sebelum gangguan tempat data bisa dipulihkan dari cadangan terakhir; RPO tidak termasuk MTD, melainkan ukuran seberapa banyak data yang boleh hilang.
Dari definisi RPO, data yang hilang adalah rentang antara cadangan terakhir dan saat gangguan, sehingga jarak antarcadangan menentukan terpenuhi tidaknya RPO. SP 800-34 juga menggambarkan titik seimbang biaya: makin lama gangguan makin mahal kerugiannya, sedangkan makin pendek RTO makin mahal solusi pemulihannya.
Contoh BIA sebuah toko daring (angka karangan):
| Proses | MTD | Pemrosesan ulang | RTO maksimum |
|---|---|---|---|
| Menerima pesanan | 8 jam | 2 jam | 6 jam |
| Mencetak label kirim | 24 jam | 4 jam | 20 jam |