Materi
Panduan CMS mendefinisikan FMEA (failure mode and effects analysis) sebagai cara terstruktur mengenali dan menangani potensi kegagalan beserta akibatnya sebelum kejadian buruk terjadi; analisis akar penyebab (RCA) menangani masalah setelah terjadi. Langkahnya tujuh: pilih proses, bentuk tim, jabarkan proses (dengan diagram alir), kenali apa yang bisa salah di tiap langkah — disebut mode kegagalan —, pilih masalah yang akan ditangani berdasarkan keparahan dan peluangnya, rancang dan terapkan perubahan setelah akar penyebabnya ditemukan (misalnya dengan Lima Mengapa), lalu ukur keberhasilannya.
Makalah NASA Goddard tentang FMECA menyebut angka prioritas risiko (risk priority number, RPN) sebagai hasil kali tiga peringkat: kemungkinan terjadinya (occurrence, O), keparahan (severity, S), dan deteksi atau pencegahan (D). RPN dipakai untuk mengurutkan tindakan dengan analisis Pareto. Makalah itu juga memperingatkan: bila skala keparahan memberi 1 untuk akibat terparah, sedangkan skala lain memberi angka besar untuk yang terburuk, hasil kalinya membalik urutan prioritas.
Jadi ketiga skala disusun searah: angka besar berarti lebih buruk, dan untuk deteksi berarti kegagalan makin sulit ditangkap sebelum berakibat. Panduan CMS memakai skala 1–5, misalnya peluang 5 berarti satu kegagalan tiap 5 percobaan; banyak tim memakai 1–10. Soal di kelas ini selalu menyebut skalanya.
Contoh pada proses pengisian tabung gas di sebuah agen (skala 1–10):
Segel tabung tidak terpasang S 8 × O 3 × D 4 = 96
Timbangan isi tidak akurat S 5 × O 6 × D 5 = 150
Urutan prioritas: timbangan (150), lalu segel (96)