Materi
Power BI dan Looker Studio sama-sama mengubah data mentah menjadi laporan interaktif. Microsoft menulis langkah Power BI sebagai menghubungkan dan menyiapkan data, memodelkan dan menggabungkan data, membuat laporan dan dasbor, menjelajah, lalu membagikan. Google menulis alur Looker Studio sebagai membuat laporan, menghubungkan data, memvisualkan, mentransformasi, membagikan, dan memperbarui. Urutannya sedikit berbeda, tetapi tahapnya sama. Kelas ini memakai lima tahap: sumber, transformasi, model, visual, dan bagikan.
| Tahap | Pertanyaan yang dijawab | Contoh di toko bahan kue di Yogyakarta |
|---|---|---|
| Sumber | Data diambil dari mana? | Ekspor kasir CSV tiap cabang dan daftar produk di Google Sheets |
| Transformasi | Bentuk data apa yang harus dibereskan? | Kolom tanggal terbaca teks, tiga ekspor ditumpuk jadi satu |
| Model | Tabel mana terhubung ke mana? | Penjualan dihubungkan ke Produk lewat kode produk |
| Visual | Angka apa yang ditampilkan dan bagaimana? | Grafik penjualan per cabang dan kartu total bulan ini |
| Bagikan | Siapa yang melihat dan kapan datanya diperbarui? | Pemilik toko dan tiga kepala cabang |
Pembagian ini menentukan di mana sebuah masalah diperbaiki. Kode produk yang ditulis berbeda di dua cabang adalah urusan transformasi; memperbaikinya di satu grafik berarti grafik lain tetap salah. Artikel Belajar Power BI atau Looker Studio dulu? membahas memilih alatnya; kelas ini membahas konsep yang terbawa ke keduanya.