Materi
if membuat program memilih. Blok di bawah if hanya jalan kalau kondisinya benar. Blok di bawah else jalan kalau kondisinya salah. Kondisi dibuat dengan tanda pembanding: == sama dengan, != tidak sama dengan, lalu <, >, <=, dan >=.
Kenapa perlu? Banyak aturan kantor berbentuk "kalau ini, maka itu": ongkos kirim, status stok, denda. if menuliskan aturan itu sekali, dan hasilnya sama untuk setiap data.
def ongkos(berat):
if berat > 5:
return 25000
else:
return 12000
print(ongkos(7)) # 25000Bedakan = dan ==. Satu tanda menyimpan nilai. Dua tanda membandingkan. Baca batas angka dengan teliti. berat > 5 tidak mencakup 5. berat >= 5 mencakupnya.
def status_absen(hadir):
if hadir >= 15:
return "Cukup"
return "Perlu dipanggil"
print(status_absen(15)) # Cukup
print(status_absen(9)) # Perlu dipanggilPerhatikan jorokannya. def tidak menjorok. if menjorok empat spasi karena ia isi fungsi. return di bawah if menjorok delapan spasi karena ia isi cabang if. return terakhir kembali ke empat spasi. Ia hanya jalan kalau if tidak terpenuhi, karena return di cabang if sudah menghentikan fungsi lebih dulu. Jadi else tidak selalu perlu.
== juga membandingkan teks. Perbandingannya peka huruf besar-kecil dan spasi. ADMIN tidak sama dengan admin, juga tidak sama dengan "ADMIN " yang berspasi.
