Lompat ke konten utama

Ajak teman, raih Rp1.000.000. Ikut kompetisi

Ujian & belajarLatihan soal penalaran tes kerja

Kisi-kisi SNBT 2027: materi 7 subtes UTBK, bentuk soal, cara skor dihitung, dan yang belum pasti

Kisi-kisi UTBK-SNBT untuk seleksi 2027 dibaca dari kerangka resmi SNPMB yang berlaku per 2 November 2026: tujuh subtes beserta jumlah soal dan waktunya, materi dan contoh soal tiap subtes, tiga bentuk soal yang dilaporkan peserta, cara skor dihitung, strategi waktu per soal, serta kabar 2027 yang resmi dan yang masih rumor.

Ilustrasi: sampul kelas Penalaran Logis dan Analitis di KelasGratis

Kisi-kisi resmi UTBK-SNBT 2027 belum diterbitkan SNPMB per 2 November 2026, jadi acuan yang berlaku adalah kerangka UTBK-SNBT 2026 di snpmb.id. Kerangka itu berisi 160 soal dalam 7 subtes selama 195 menit, terbagi atas Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi. Belum ada pengumuman resmi tentang perubahan subtes untuk 2027; kabar yang beredar dibahas di tabel resmi vs rumor di bawah. Penilaian redaksi di artikel ini berdasarkan sumber yang dicantumkan di bagian akhir.

Tujuh subtes, jumlah soal, dan waktunya

Tes Potensi Skolastik terdiri atas Penalaran Umum, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, Pengetahuan Kuantitatif. Tes Literasi terdiri atas Literasi dalam Bahasa Indonesia, Literasi dalam Bahasa Inggris, Penalaran Matematika. Setiap subtes punya waktu sendiri, dan menurut kerangka SNPMB tidak ada waktu istirahat selama tes.

BagianSoalWaktu
Penalaran Umum3030 menit
Pengetahuan dan Pemahaman Umum2015 menit
Pemahaman Bacaan dan Menulis2025 menit
Pengetahuan Kuantitatif2020 menit
Literasi dalam Bahasa Indonesia3042,5 menit
Literasi dalam Bahasa Inggris2020 menit
Penalaran Matematika2042,5 menit
Total160195 menit

Penalaran Umum: induktif, deduktif, dan kuantitatif

Kerangka SNPMB membagi 30 soal Penalaran Umum menjadi tiga bagian sama besar. Penalaran induktif adalah kemampuan mengamati fakta atau kejadian untuk menemukan aturan yang mendasarinya. Penalaran deduktif adalah bernalar secara logis dari premis dan prinsip yang sudah diketahui. Penalaran kuantitatif adalah berpikir dengan angka dan hubungan matematika sederhana memakai empat operasi hitung dasar.

Contoh induktif: 3, 6, 11, 18, 27, ... Bilangan berikutnya adalah 38, karena selisihnya 3, 5, 7, 9, lalu 11. Contoh deduktif: semua peserta yang datang sebelum pukul 07.00 boleh masuk ruang ujian, dan Dina tidak boleh masuk ruang ujian. Simpulan yang pasti: Dina tidak datang sebelum pukul 07.00 (modus tollens). Contoh kuantitatif: harga buku naik 20% lalu turun 20%. Harga akhirnya 1,2 × 0,8 = 0,96 kali harga awal, jadi turun 4%, bukan kembali seperti semula.

Latihannya: kelas Penalaran Logis untuk silogisme dan modus ponens-tollens, dan kelas Penalaran Numerik untuk deret dan persen bertingkat.

Pengetahuan dan Pemahaman Umum

Menurut kerangka SNPMB, subtes ini mengukur pengetahuan leksikal, informasi, dan pengetahuan umum dalam lingkup sosial budaya Indonesia, serta perkembangan bahasa. Bentuk butirnya ada tiga: pertanyaan singkat, bacaan pendek dengan satu pertanyaan, dan bacaan panjang dengan beberapa pertanyaan. Yang diuji adalah makna kata, frasa, dan kalimat sesuai konteks bacaan.

Contoh: "Usulan memindahkan jadwal ujian mengemuka dalam rapat guru." Kata mengemuka paling dekat maknanya dengan muncul dan menjadi bahan pembicaraan. Kuncinya ada di konteks: usulan itu dibicarakan dalam rapat, bukan sekadar disebut. Pada 2026 peserta juga melaporkan soal bahasa buatan, misalnya: dalam sebuah bahasa buatan, "tika mor" berarti rumah besar, "tika sel" rumah kecil, dan "pano sel" kucing kecil. Maka "pano mor" berarti kucing besar, karena tika = rumah, pano = kucing, mor = besar, sel = kecil.

Latihannya: kelas Penalaran Verbal untuk makna kata dan hubungan antarkata, dan kelas Literasi Membaca untuk menebak makna dari konteks.

Pemahaman Bacaan dan Menulis

Kerangka SNPMB memusatkan subtes ini pada kemampuan menulis berdasarkan pemahaman bacaan, dengan tiga cakupan. Pemilihan gagasan: menentukan judul, diksi yang tepat, pelengkap kalimat, dan pelengkap paragraf. Penataan gagasan: inti kalimat, penggabungan kalimat, tanda baca, urutan kalimat dalam paragraf, posisi kalimat, dan variasi kalimat. Perbaikan gagasan: penulisan kata serapan, huruf, kata gabung, kata sambung, kata mubazir, kalimat ringkas, dan diksi.

Contoh perbaikan gagasan: "Para siswa-siswa melakukan analisa terhadap data hasil panen." Kalimat ini punya dua masalah. Para dan bentuk ulang siswa-siswa sama-sama menyatakan jamak, jadi salah satunya mubazir. Bentuk baku kata serapannya adalah analisis, bukan analisa. Perbaikannya: "Para siswa menganalisis data hasil panen."

Latihannya: kelas Bahasa Indonesia Baku untuk kata baku, kalimat efektif, dan tanda baca, serta kelas Literasi Membaca untuk keruntutan paragraf.

Pengetahuan Kuantitatif

Menurut kerangka SNPMB, materinya mencakup bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, analisis data, dan peluang, dengan cakupan dan kedalaman sesuai kurikulum SMA. Kerangka itu juga menekankan ketelitian dan pemilihan strategi dalam waktu terbatas, bukan hafalan rumus.

Contoh: dua dadu dilempar bersamaan. Peluang jumlah mata dadunya 7 adalah 6/36 = 1/6, karena dari 36 pasangan hasil, yang berjumlah 7 ada enam: (1,6), (2,5), (3,4), (4,3), (5,2), dan (6,1). Kesalahan yang sering terjadi adalah menghitung (3,4) dan (4,3) sebagai satu hasil.

Latihannya: kelas Aljabar Dasar untuk persamaan dan sistem persamaan, kelas Statistika dan Peluang untuk data dan peluang, dan kelas Penalaran Numerik untuk berhitung cepat.

Literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Kerangka SNPMB menyebut kedua subtes ini mengukur literasi ilmu pengetahuan, bukan sekadar kemampuan berbahasa. Peserta diminta menemukan, memahami, menilai, dan merefleksi informasi dalam teks. Konteks teksnya tiga: saintek (kimia, fisika, biologi), sosial humaniora (ekonomi, sejarah, sosiogeografi), dan personal (apresiasi sastra). Literasi dalam Bahasa Indonesia berisi 30 soal; Literasi dalam Bahasa Inggris berisi 20 soal.

Contoh literasi bahasa Indonesia: "Daun putri malu menutup ketika disentuh karena sel di pangkal tangkai daunnya melepaskan air dengan cepat sehingga tekanannya turun." Pertanyaan: jika sel di pangkal tangkai tidak bisa melepaskan air, apa yang paling mungkin terjadi? Jawabannya, daun tidak menutup saat disentuh. Jawaban ini tidak tertulis di teks; kamu menyimpulkannya dari hubungan sebab-akibat yang tertulis.

Contoh literasi bahasa Inggris: "Street trees cool the air around them because water evaporating from their leaves absorbs heat." Kata absorbs paling dekat maknanya dengan takes in. Soal makna kata seperti ini dijawab dari kalimatnya: air yang menguap mengambil panas dari sekitarnya. Latihannya: kelas Literasi Membaca dan kelas Bahasa Inggris untuk Tes.

Penalaran Matematika

Kerangka SNPMB menempatkan penalaran matematika sebagai inti literasi matematika, dengan tiga proses: merumuskan masalah nyata ke bentuk matematika, menggunakan konsep dan prosedur untuk mendapat hasil, lalu menafsirkan dan mengevaluasi hasil itu terhadap konteks awalnya. Konteks soalnya beragam: pribadi, pekerjaan, sosial, dan ilmiah.

Contoh konteks pekerjaan: sebuah kedai menjual kopi Rp18.000 per gelas dengan biaya bahan Rp7.000 per gelas dan biaya tetap Rp1.650.000 per bulan. Agar tidak rugi, kedai harus menjual minimal 1.650.000 ÷ (18.000 − 7.000) = 150 gelas per bulan. Langkah merumuskannya adalah melihat bahwa tiap gelas menyumbang Rp11.000 untuk menutup biaya tetap. Latihannya: kelas Penalaran Numerik dan Statistika dan Peluang.

Tiga bentuk soal yang dilaporkan peserta

Kerangka resmi hanya menyebut bahwa peserta memilih jawaban sesuai petunjuk pengerjaan tiap subtes; proporsi tiap bentuk soal tidak diumumkan. Laporan peserta dan media setelah UTBK 2025 dan 2026 menyebut tiga bentuk berikut.

  • Pilihan ganda dengan lima opsi (A–E), satu jawaban benar. Contohnya soal deduktif tentang Dina di atas, dengan lima simpulan sebagai pilihan.
  • Pilihan ganda kompleks berbentuk tabel benar/salah: beberapa pernyataan yang masing-masing dinilai. Contoh dari soal kedai kopi: "Jika 150 gelas terjual, laba sama dengan nol" (benar); "Menjual 200 gelas memberi laba Rp550.000" (benar, 200 × 11.000 − 1.650.000); "Jika harga naik Rp2.000, titik impasnya 130 gelas" (salah, 1.650.000 ÷ 13.000 ≈ 126,9, jadi 127 gelas). Bentuk ini dilaporkan muncul di Penalaran Matematika pada 2025 dan 2026.
  • Isian singkat: jawaban diketik berupa angka atau kata, tanpa pilihan. Contoh: jika 2x + 3 = 11 dan y = x² − 1, maka y = 15. Bentuk ini dilaporkan sering muncul di Pengetahuan Kuantitatif, dan pada 2026 juga di sebagian soal aljabar penalaran kuantitatif.

Cara skor UTBK dihitung

UTBK memakai penskoran berbasis teori respons butir (IRT): bobot tiap soal bergantung pada tingkat kesulitannya, yang ditentukan dari jawaban seluruh peserta. Akibatnya, jumlah benar yang sama bisa menghasilkan skor yang berbeda. SNPMB tidak menerbitkan rentang skor resmi dan tidak menetapkan nilai kelulusan (passing grade) per 2 November 2026; sejumlah sumber sekunder melaporkan rerata per subtes di sekitar 500, tetapi angka itu bukan rilis resmi. Menurut keterangan panitia SNPMB 2026 yang dikutip media, di SNBT setiap subtes diberi bobot sesuai program studi, jadi yang dinilai bukan satu skor rata-rata.

Tentang jawaban salah: media dan lembaga bimbingan belajar luas menyebut jawaban salah tidak mengurangi nilai, tetapi kami tidak menemukan pernyataan tertulis tentang hal itu di dokumen resmi SNPMB. Simulasi KelasGratis menampilkan jumlah benar per subtes karena IRT tidak bisa ditiru tanpa data seluruh peserta.

Resmi vs rumor 2027

Kabar yang beredarStatus per 2 November 2026Dasarnya
Literasi dalam Bahasa Indonesia dihapus mulai UTBK 2027Belum terbuktiBeredar dari tafsiran atas sebuah peraturan menteri tahun 2026, bukan dari pengumuman SNPMB. Kerangka yang berlaku masih memuat subtes itu dengan 30 soal.
TKA menggantikan UTBK pada 2027Tidak ada dasarnyaPaparan SNPMB 2026 menyebut SNBT berdasarkan hasil UTBK, sedangkan nilai TKA dipakai di SNBP sebagai validator rapor. Saat membahas SNBP 2027, Ketua MRPTNI menyebut tiga jalur masuk PTN, termasuk SNBT melalui UTBK (detikEdu, 3 September 2026).
UTBK berisi 150 soalSalahKerangka UTBK-SNBT 2026 berisi 160 soal.
Skor UTBK berskala 200–800 atau 0–1000Tidak ada rentang resmiSNPMB tidak menerbitkan rentang skor UTBK. Skor dihitung dengan IRT.
Bocoran soal UTBK 2027PalsuSoal UTBK tidak diterbitkan untuk umum. Konten berlabel bocoran adalah soal prediksi buatan pihak lain.

Strategi waktu per subtes

SubtesDetik per soalSaran tempo
Penalaran Umum60Di kerangka resmi, induktif, deduktif, dan kuantitatif masing-masing 10 soal dalam 10 menit. Deret yang belum terlihat polanya setelah 1 menit dilewati dulu.
Pengetahuan dan Pemahaman Umum45Tempo tercepat. Soal makna kata dijawab dalam hitungan detik supaya waktu tersisa untuk bacaan panjang.
Pemahaman Bacaan dan Menulis75Baca kalimat yang ditanyakan dan satu kalimat di sekitarnya, bukan seluruh teks dari awal.
Pengetahuan Kuantitatif60Kerjakan soal yang hitungannya pendek lebih dulu; soal dengan banyak langkah ditandai dan dikerjakan di akhir.
Literasi dalam Bahasa Indonesia85Baca pertanyaan sebelum teks. Satu teks melayani beberapa soal, jadi waktu membaca terbagi ke semua soalnya.
Literasi dalam Bahasa Inggris60Cari kata kunci pertanyaan di teks (scanning); jangan menerjemahkan kalimat demi kalimat.
Penalaran Matematika127,5Waktu per soal paling longgar, tetapi soalnya berupa cerita panjang. Tulis persamaan atau tabel kecil sebelum menghitung.

Angka detik per soal adalah waktu subtes dibagi jumlah soalnya. Rentangnya lebar: Pengetahuan dan Pemahaman Umum hanya 45 detik per soal, Penalaran Matematika 127,5 detik. Waktu yang tidak terpakai di satu subtes tidak bisa dipindah ke subtes lain, jadi latih tempo tiap subtes secara terpisah.

Latihan gratis dengan format yang sama

Simulasi UTBK-SNBT KelasGratis meniru jumlah soal dan waktu tiap subtes dari kerangka resmi, dengan 3 paket dan pembahasan tiap soal. Halaman Simulasi SNBP & SNBT di menu Simulasi mengumpulkan tryout itu bersama fakta SNBP 2027, dan panduan Jadwal SNBT 2027 di rak yang sama memuat perkiraan tanggal serta rencana belajar mingguan sampai April. Perbedaan simulasi kami dengan UTBK resmi:

  • Skor ditampilkan sebagai jumlah benar per subtes, ditambah rincian per elemen. UTBK resmi memakai IRT (teori respons butir) yang mempertimbangkan tingkat kesulitan tiap butir; rentang skor resminya tidak dipublikasikan, dan penskoran itu tidak bisa ditiru tanpa data peserta.
  • Soal hadir dalam tiga bentuk: pilihan ganda, pilihan ganda kompleks benar/salah, dan isian singkat. Halaman framework resmi tidak merinci proporsi bentuk soal; campuran di sini mengikuti laporan peserta UTBK 2025–2026, bukan angka resmi.
  • Kerangka subtes mengikuti framework UTBK-SNBT 2026. Framework 2027 belum diumumkan per 2 November 2026; simulasi ini diperbarui setelah SNPMB mengumumkannya.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah materi SNBT 2027 berubah?

Belum ada pengumuman resmi per 2 November 2026. Kerangka yang berlaku adalah UTBK-SNBT 2026: 160 soal dalam tujuh subtes. Kabar bahwa Literasi dalam Bahasa Indonesia dihapus belum dikonfirmasi SNPMB. Cocokkan lagi dengan snpmb.id begitu kerangka 2027 terbit.

Berapa soal Penalaran Umum?

30 soal dalam 30 menit menurut kerangka 2026, terbagi rata atas penalaran induktif, deduktif, dan kuantitatif, masing-masing 10 soal dalam 10 menit.

Apa itu soal bahasa buatan?

Soal yang memberi beberapa kata dari bahasa karangan beserta artinya, lalu meminta arti kata atau frasa baru. Peserta melaporkannya muncul di Pengetahuan dan Pemahaman Umum pada 2026. Kerangka resmi tidak menyebut bentuk ini secara khusus. Cara mengerjakannya: cocokkan kata yang muncul berulang dengan arti yang juga berulang.

Apakah ada isian di SNBT?

Menurut laporan peserta dan media, ada. Isian singkat sering muncul di Pengetahuan Kuantitatif, dan pada 2026 juga di sebagian soal penalaran kuantitatif. Kerangka resmi SNPMB tidak merinci bentuk soal dan proporsinya. Simulasi KelasGratis saat ini hanya memakai pilihan ganda satu jawaban.

Apakah jawaban salah dikurangi nilai?

Media dan lembaga bimbingan belajar luas menyebut tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban salah, tetapi kami tidak menemukan pernyataan eksplisit di dokumen resmi SNPMB. Skor UTBK dihitung dengan IRT berdasarkan tingkat kesulitan soal.

Di mana latihan gratis yang formatnya sama?

Simulasi UTBK-SNBT di KelasGratis meniru jumlah soal dan waktu tiap subtes kerangka resmi, lengkap dengan pembahasan, dan bisa dibuka dari menu Simulasi di kategori SNBP & SNBT. Bentuk soalnya masih pilihan ganda satu jawaban.

Lanjut dari sini

Sumber (3)

  1. SNPMB — Framework UTBK-SNBT 2026 (subtes, definisi, materi, jumlah soal, waktu) snpmb.id
  2. SNPMB — Paparan Informasi SNPMB 2026 untuk Peluncuran (komponen UTBK, SNBT berdasarkan hasil UTBK, nilai TKA di SNBP) files.snpmb.id
  3. detikEdu, 3 September 2026 — Ketua MRPTNI: pendaftar SNBP 2027 wajib ikut TKA; SNBT tetap melalui UTBK detik.com

Kabari saya saat ada panduan baru

Satu email tiap ada panduan baru di topik ini. Tanpa iklan, bisa berhenti kapan saja.

Kami hanya menyimpan email, halaman ini, dan nama kampanye, tanpa nama atau alamat IP. Privasi