Materi
Keluaran AI untuk pekerjaan kantor datang dalam tiga bentuk yang cara periksanya berbeda. Pertama, angka di tabel atau ringkasan. Panduan Google menyarankan alat eksekusi kode diaktifkan setiap kali model perlu berhitung, menghitung jumlah, atau mengkalkulasi, karena prediksi token bukan kalkulator. Artinya, total dan persentase di jawaban model dihitung ulang dari data sumber, misalnya dengan SUM di lembar kerja.
Kedua, klaim di draf email atau pengumuman. Teknik di halaman Reduce hallucinations bisa kamu jalankan sendiri: untuk tiap kalimat fakta di draf, cari kalimat pendukungnya di catatan sumber; yang tidak punya pendukung dicoret. Ketiga, ringkasan dokumen. NIST AI 600-1 memberi contoh ringkasan yang dikarang bisa menyebabkan keputusan salah, dan risikonya paling besar untuk keputusan yang berakibat. Ringkasan diperiksa terhadap bagian dokumen yang disebutnya, terutama angka, tanggal, dan nama.
Contoh: ringkasan AI menulis "biaya listrik naik 40% dari Rp500.000 ke Rp650.000". Hitung ulang: (650.000 − 500.000) ÷ 500.000 = 30%. Angka rupiahnya benar, persentasenya salah.