Bahasa Polandia memakai abjad Latin berjumlah 32 huruf dan dibaca secara ajek: satu huruf atau satu gabungan huruf selalu mewakili bunyi yang sama. Begitu pola bunyinya dikuasai, kata sepanjang apa pun bisa dibaca tanpa menebak. Tekanan kata jatuh pada suku kata kedua dari belakang, hampir tanpa kecuali: KSIĄŻ-ka, stu-DENT-ka, po-nie-DZIA-łek.
Yang menuntut latihan telinga adalah dua deret bunyi desis. Deret keras ditulis sz, cz, ż, dan rz; lidah ditarik ke belakang sehingga bunyinya terdengar berat. Deret lunak ditulis ś, ć, ź, dan muncul sebagai si, ci, zi ketika diikuti vokal; lidah naik ke langit-langit sehingga bunyinya tipis. Huruf ż dan rz dilafalkan persis sama, hanya ejaannya yang berbeda, dan huruf ł dibaca seperti w pada kata wangi.
| Huruf | Perkiraan bunyi | Contoh |
|---|---|---|
| sz | sy berat, lidah mundur | szkoła — sekolah |
| cz | c berat | czekać — menunggu |
| ż / rz | j berat | żona — istri; rzeka — sungai |
| ś / si | sy tipis | środa — Rabu; siostra — saudara perempuan |
| ć / ci | c tipis | ćwiczenie — latihan; cicho — pelan |
| ź / zi | j tipis | źle — buruk; zima — musim dingin |
| ł | w pada kata wangi | mały — kecil |
| w | v | woda — air |
Dua vokal sengau ą dan ę tidak punya padanan dalam Bahasa Indonesia. Keduanya dibunyikan lewat hidung dan mendekati on serta en yang tertahan: mąż (suami), będę (saya akan), się. Di akhir kata, ę sering kehilangan sengaunya dalam percakapan sehingga proszę terdengar mendekati prosze.
- cześćhalo; sampai jumpa (akrab)
- dzień dobryselamat pagi; selamat siang
- dobry wieczórselamat malam (saat bertemu)
- do widzeniasampai jumpa (sopan)
- żegnajselamat tinggal
- dziękujęterima kasih
- proszętolong; silakan
- takya
- nietidak
- imięnama
- nazywać siębernama
- Cześć! Jak się nazywasz?Halo! Siapa namamu?
- Dzień dobry, nazywam się Adam.Selamat pagi, nama saya Adam.
- Dziękuję bardzo. Do widzenia!Terima kasih banyak. Sampai jumpa!