Lompat ke konten utama
←

Estimasi Biaya Konstruksi: Volume, Analisa Harga Satuan, dan RAB

Pelajaran 5 dari 13

Analisa harga satuan

Analisa harga satuan: koefisien kali harga satuan dasar

Setelah pelajaran ini kamu bisa menyusun biaya langsung satu satuan pekerjaan dari koefisien tenaga kerja, bahan, dan peralatan dikali harga satuan dasarnya, serta menghitung kebutuhan bahan proyek dari koefisien.

  • ±16 menit
  • 3 latihan
  • Diperiksa 28 Okt 2026

Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya

Materi

Permen PUPR 8/2023 Pasal 1 angka 2 mendefinisikan analisis harga satuan pekerjaan (AHSP) sebagai perhitungan kebutuhan biaya tenaga kerja, bahan, dan peralatan untuk mendapatkan harga satuan satu jenis pekerjaan. Pedoman FHWA tentang estimasi pemilik proyek menyebut cara ini estimasi berbasis biaya: biaya tenaga, alat, dan bahan, laju produksi, ditambah overhead dan keuntungan.

Tiap baris AHSP memasangkan dua angka. Koefisien adalah kebutuhan satu sumber daya untuk setiap satu satuan pekerjaan (Pasal 1 angka 9–11): tenaga kerja dalam orang-hari (OH), bahan dalam satuannya sendiri seperti kg, m³, atau buah, dan alat dalam jam. Harga satuan dasar (HSD) adalah harga satu satuan sumber daya itu (angka 7). Biaya baris = koefisien × HSD, dan jumlah semua baris tenaga kerja, bahan, dan peralatan adalah biaya langsung (Pasal 5).

1 m² plesteran (angka contoh)KoefisienHSDBiaya
Pekerja0,3 OHRp110.000Rp33.000
Tukang batu0,15 OHRp135.000Rp20.250
Semen6,24 kgRp1.600Rp9.984
Pasir pasang0,024 m³Rp250.000Rp6.000
Biaya langsungRp69.234

Koefisien yang sama menghitung kebutuhan sumber daya proyek: koefisien × volume. Plesteran 120 m² dengan semen 6,24 kg per m² butuh 748,8 kg, yaitu 15 sak 50 kg, karena sak dibeli utuh dan hasil baginya dibulatkan ke atas dengan ROUNDUP. Untuk banyak baris, SUMPRODUCT mengalikan dua kolom baris demi baris lalu menjumlahkannya:

=SUMPRODUCT(C2:C5,D2:D5)

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 2 dari 3

Pak Darto di Klaten akan mengecor 12,5 m³ beton dengan koefisien semen contoh 330 kg per m³. Semen dijual per sak 50 kg dan dibeli utuh. Berapa sak semen yang dibeli?

Latihan 3 dari 3

AHSP contoh untuk 1 m³ beton memuat koefisien tukang batu 0,25 OH. Pernyataan mana yang membaca koefisien itu dengan benar?

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Lanjutkan ke