Lompat ke konten utama
←

Rekap dan Laporan Penjualan

Pelajaran 10 dari 16

Rekap, persentase, dan pajak

Pembulatan Rupiah: ROUND, ROUNDUP, dan MROUND

Setelah pelajaran ini kamu bisa membulatkan nominal Rupiah ke ratusan, ribuan, atau kelipatan tertentu.

  • ±19 menit
  • 3 latihan
  • Diperiksa 26 Sep 2026

Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya

Materi

Harga jual dan tagihan hasil perhitungan (markup, diskon, pembagian) sering berakhir dengan pecahan seperti Rp16.665,75. Untuk daftar harga, nominal dibulatkan ke ratusan atau ribuan. ROUND dengan jumlah digit negatif membulatkan di kiri koma: -2 ke ratusan, -3 ke ribuan. ROUNDUP dan ROUNDDOWN memakai argumen yang sama tetapi selalu ke atas atau ke bawah.

MROUND(angka, kelipatan) membulatkan ke kelipatan terdekat, dipakai bila pembayaran tunai hanya memakai pecahan tertentu, misalnya kelipatan Rp500. Contoh harga parkir hasil hitungan Rp7.260:

=ROUND(7260,-2)     → 7.300
=ROUND(7260,-3)     → 7.000
=ROUNDUP(7260,-3)   → 8.000
=MROUND(7260,500)   → 7.500

Pembulatan mengubah nilai, bukan hanya tampilan. Format angka tanpa desimal hanya menyembunyikan pecahan; saat dijumlahkan, pecahan itu tetap ikut dihitung.

ROUNDDOWN memotong ke arah nol, jadi angka positif selalu turun. Arah pembulatan ditentukan aturan yang berlaku, bukan selera: angsuran yang dipotong ke bawah menyisakan pokok yang tidak lunas, sedangkan plafon kredit dibulatkan ke kelipatan yang disepakati bank. Tulis arah pembulatan di judul kolomnya supaya pemeriksa laporan tahu angka mana yang sudah dibulatkan.

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Lanjutkan ke

Tampilkan 4 lagi