Materi
CISA menjelaskan phishing sebagai upaya penjahat membuat kita membuka tautan, surel, atau lampiran berbahaya yang meminta data pribadi atau menginfeksi perangkat. Umpannya datang lewat surel, SMS, pesan langsung di media sosial, atau telepon, dan dibuat seolah berasal dari orang atau lembaga tepercaya. Phishing lewat SMS disebut smishing; lewat suara disebut vishing. CISA mencatat tautan di SMS dapat langsung membuka peramban, surel, atau panggilan telepon dengan satu ketukan.
Tanda yang dicatat CISA dan Apple
- Bahasa mendesak atau menggugah emosi, terutama ancaman akibat buruk kalau tidak segera dibalas.
- Permintaan data pribadi dan keuangan, termasuk kata sandi dan kode keamanan.
- Alamat pengirim atau tautan yang mirip tetapi tidak sama dengan aslinya, dan tautan pendek yang tujuannya tidak jelas.
- Sapaan umum seperti "Pelanggan yang terhormat" dan tanda tangan tanpa informasi kontak.
- Lampiran yang tidak pernah diminta.
Contoh: SMS "Paket Anda tertahan di gudang, bayar bea Rp12.000 dalam 2 jam di tautan berikut" yang disertai tautan pendek memuat tiga tanda sekaligus: batas waktu yang mendesak, permintaan pembayaran, dan tujuan tautan yang disembunyikan. Ejaan yang rapi tidak membuktikan apa pun; CISA mencatat pesan phishing di era kecerdasan buatan bisa berejaan sempurna.
Tindakannya tiga langkah menurut CISA: kenali, tahan diri untuk tidak mengklik, lalu laporkan dan hapus. Jangan membalas dan jangan mengklik tautan apa pun di pesan itu, termasuk tautan berhenti berlangganan. Kalau pesannya mungkin asli, hubungi lembaganya lewat jalur lain, misalnya nomor dari situs resminya. Microsoft menyatakan tidak pernah meminta kata sandi lewat surel, dan Apple menyatakan tidak pernah meminta kode verifikasi untuk memberi bantuan.