Materi
Slide dan dokumen punya tugas berbeda. MIT Communication Lab menjelaskan slide sebagai dukungan visual untuk pembicara yang sedang berbicara, bukan naskah yang dibaca sendiri oleh audiens. Dokumen laporan berdiri sendiri: pembacanya mengatur kecepatan sendiri dan bisa mengulang kalimat. Slide tampil beberapa detik sementara pembicara menjelaskan, sehingga teks yang padat memaksa audiens membaca dan mendengar sekaligus. MIT Communication Lab mencatat audiens akan mencoba membaca seluruh isi slide selagi pembicara berbicara, sehingga kebisingan visual itu mengganggu pesan utama.
Struktur assertion-evidence yang dikembangkan di Penn State menguji anggapan ini. Dalam penelitian yang diterbitkan Penn State, slide yang mengikuti pendekatan assertion-evidence dibandingkan dengan slide gaya bawaan PowerPoint yang memakai judul berupa frasa topik dan daftar butir. Penelitian itu menemukan audiens pada slide assertion-evidence memahami isi dengan lebih sedikit miskonsepsi, melaporkan beban kognitif yang lebih rendah, dan mengingat lebih banyak isi pada tes tertunda. Slide dirancang untuk mata audiens yang menonton, bukan untuk dibaca seperti halaman laporan.