Materi
Laporan kegiatan dibaca dengan cara dilompati: pembaca mencari bagian yang ia perlukan. Struktur yang membuat pelompatan itu mungkin adalah gaya Heading, bukan penomoran yang diketik manual.
Kerangka yang lazim
- Judul laporan (Heading 1).
- Pendahuluan (Heading 2): latar belakang dan tujuan.
- Pelaksanaan (Heading 2): waktu, tempat, rangkaian acara.
- Hasil (Heading 2): apa yang dicapai, sering berupa daftar.
- Penutup (Heading 2): kesimpulan dan saran.
Isi yang berupa rincian sejajar ditulis sebagai daftar berbutir. Rangkaian acara yang berurutan waktu ditulis sebagai daftar bernomor.
Laporan kegiatan ditulis setelah acara selesai dan dibaca orang yang tidak hadir, termasuk pemeriksa anggaran. Karena itu urutan bagiannya tetap: apa yang melatarbelakangi, apa yang dikerjakan, apa hasilnya, apa kesimpulannya. Pembaca yang hanya memerlukan satu bagian melompat lewat panel Navigation atau daftar isi, dan keduanya dibangun dari paragraf bergaya Heading.
Contoh di luar latihan: laporan pelatihan komputer dasar untuk kader posyandu. Heading 1 untuk judul laporan; Heading 2 untuk Pendahuluan, Pelaksanaan, Hasil, dan Penutup; daftar bernomor untuk jadwal tiga hari pelatihan; daftar berbutir untuk capaian yang sejajar, misalnya jumlah peserta yang lulus dan materi yang dikuasai.
Kesalahan umum: menomori judul bagian dengan tangan, misalnya 1. Pendahuluan dan 2. Pelaksanaan, lalu menyisipkan bagian baru di tengah. Nomor sesudahnya harus diketik ulang satu per satu, dan bagian itu tetap tidak muncul di daftar isi otomatis karena paragrafnya bergaya Normal.