Contekan · Bahasa
Daftar Kata Baku dan Tidak Baku untuk Surat Kerja
Kata baku menurut KBBI, ejaan kata serapan, dan penulisan kata yang paling sering keliru di surat kantor — praktik, analisis, risiko, mengubah, di sini, apa pun — masing-masing menaut ke latihan yang menilai pilihanmu.
41 baris · 3 kelompok · Diperbarui
Kata baku menurut KBBI
Bentuk pertama baku; bentuk sesudah kata bukan dicatat KBBI Daring sebagai bentuk tidak baku.
praktik, bukan praktekLatih: Kata baku dan cara membaca KBBIEntri praktik di KBBI mencantumkan praktek sebagai bentuk tidak baku.
praktik kerja lapangananalisis, bukan analisaLatih: Kata baku dan cara membaca KBBIMencari analisa di KBBI mengarahkan ke entri bentuk bakunya, analisis.
Analisis biaya selesai Jumat.jadwal, bukan jadualLatih: Kata baku dan cara membaca KBBIEntri jadwal menandai jadual sebagai bentuk tidak baku.
risiko, bukan resikoLatih: Kata baku dan cara membaca KBBISuku pertamanya ri-; resiko dicatat KBBI sebagai bentuk tidak baku.
risiko keselamatan kerjasilakan, bukan silahkanLatih: Kata baku dan cara membaca KBBIDitulis tanpa huruf h; silahkan dicatat sebagai bentuk tidak baku.
Silakan menunggu di ruang tamu.mengubah, bukan merubahLatih: Kata baku dan cara membaca KBBIKata dasarnya ubah, bukan rubah, sehingga meng- + ubah menjadi mengubah.
mengubah format laporanmengimbau, bukan menghimbauLatih: Kata baku dan cara membaca KBBIKata dasarnya imbau; KBBI mencatat himbau sebagai bentuk tidak baku.
Pimpinan mengimbau staf hadir tepat waktu.andal, bukan handalLatih: Kata baku dan cara membaca KBBIDitulis tanpa h di depan; handal dicatat KBBI sebagai bentuk tidak baku.
staf yang andalkualitas, bukan kwalitasLatih: Kata baku dan cara membaca KBBIDitulis ku, bukan kw; entri kualitas mencantumkan kwalitas sebagai bentuk tidak baku.
kuitansi, bukan kwitansiLatih: Kata baku dan cara membaca KBBISama seperti kualitas: ku, bukan kw. KBBI mencatat kwitansi sebagai bentuk tidak baku.
aktivitas, bukan aktifitasLatih: Kata baku dan cara membaca KBBIDitulis dengan v; aktifitas dicatat KBBI sebagai bentuk tidak baku.
provinsi, bukan propinsiLatih: Kata baku dan cara membaca KBBIDitulis dengan v; propinsi dicatat KBBI sebagai bentuk tidak baku.
karier, bukan karirLatih: Kata baku dan cara membaca KBBIEntri karier mencantumkan karir sebagai bentuk tidak baku.
jenjang karier pegawaizaman, bukan jamanLatih: Misi: memperbaiki paragraf laporanDiawali huruf z; jaman dicatat KBBI sebagai bentuk tidak baku.
di zaman digitalsistem, bukan sistimLatih: Misi: memperbaiki paragraf laporanSuku akhirnya -tem; sistim dicatat KBBI sebagai bentuk tidak baku.
antre, bukan antriLatih: Misi: memperbaiki paragraf laporanBerakhir dengan e, begitu pula turunannya antrean; antri dicatat sebagai bentuk tidak baku.
Warga tidak perlu antre lama.detail, bukan detilLatih: Misi: memperbaiki paragraf laporanKBBI mencatat detil sebagai bentuk tidak baku dari detail.
nasihat, bukan nasehatLatih: Misi: memperbaiki paragraf laporanSuku keduanya -si-; nasehat dicatat KBBI sebagai bentuk tidak baku.
Kata serapan
EYD V menyesuaikan kata asing huruf demi huruf. Bentuk tidak baku muncul saat hanya sebagian hurufnya yang disesuaikan.
sertifikat, bukan sertipikatLatih: Menulis unsur serapanDari certificate: c sebelum e menjadi s. KBBI mencatat sertipikat sebagai bentuk tidak baku.
ekspor, bukan eksportLatih: Menulis unsur serapanDari export: x di tengah kata menjadi ks. KBBI mencatat eksport sebagai bentuk tidak baku.
skema, bukan sekemaLatih: Menulis unsur serapanDari scheme: sch di depan vokal menjadi sk, tanpa vokal sisipan. KBBI mencatat sekema sebagai bentuk tidak baku.
teknik dan teknologi, bukan tehnik dan tehnologiLatih: Misi: memperbaiki paragraf laporanGabungan ch yang diikuti konsonan atau o menjadi k: technique → teknik, technology → teknologi.
product → produkLatih: Menulis unsur serapanGabungan ct di akhir kata menjadi k, seperti contract menjadi kontrak.
cursor → kursorLatih: Menulis unsur serapanHuruf c yang diikuti a, o, u, atau konsonan menjadi k; construction juga menjadi konstruksi.
cyber → siberLatih: Menulis unsur serapanHuruf c yang diikuti e, i, oe, atau y menjadi s; central juga menjadi sentral.
phase → faseLatih: Menulis unsur serapanGabungan ph menjadi f, dan th menjadi t.
ticket → tiket · taxi → taksiLatih: Menulis unsur serapanGabungan ck menjadi k, dan x di tengah kata menjadi ks.
effect → efekLatih: Menulis unsur serapanKonsonan ganda menjadi tunggal, kecuali bila bentuk tunggalnya bermakna lain: massa tetap massa supaya tidak tertukar dengan masa.
de jure, force majeureLatih: Menulis unsur serapanUnsur yang tidak diserap ditulis miring apa adanya, tanpa penyesuaian ejaan.
Dirangkai atau dipisah
Bukan soal baku atau tidak, melainkan cara menulisnya menurut EYD V.
di sini, bukan disiniLatih: Kata depan, partikel, dan kata gantiDi yang menunjuk tempat adalah kata depan dan ditulis terpisah; di- pembentuk kata kerja pasif ditulis serangkai, seperti disimpan.
Berkas itu disimpan di dalam lemari.keluar dan ke luarLatih: Kata depan, partikel, dan kata gantiKeluar adalah kata kerja; ke luar adalah kata depan ditambah kata arah.
keluar dari ruangan · pergi ke luar kotaapa pun, bukan apapunLatih: Kata depan, partikel, dan kata gantiPartikel pun ditulis terpisah, kecuali pada penghubung yang sudah padu: walaupun, meskipun, bagaimanapun, adapun.
per hari, satu per satuLatih: Kata depan, partikel, dan kata gantiPer yang berarti tiap, mulai, demi, atau melalui ditulis terpisah.
Rp60.000,00 per rim · berlaku per 1 Maretpertanggungjawaban, bukan pertanggung jawabanLatih: Kata berimbuhan, bentuk ulang, dan gabungan kataGabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai, seperti ditandatangani.
garis bawahi, bukan garisbawahiLatih: Kata berimbuhan, bentuk ulang, dan gabungan kataGabungan kata yang hanya berakhiran, atau hanya berawalan seperti bertanda tangan, tetap ditulis terpisah.
wali kota, bukan walikotaLatih: Kata berimbuhan, bentuk ulang, dan gabungan kataUnsur gabungan kata ditulis terpisah, seperti rumah sakit dan tanda tangan.
antarkantor, non-ASNLatih: Kata berimbuhan, bentuk ulang, dan gabungan kataBentuk terikat seperti antar, pasca, dan non ditulis serangkai; bila bertemu huruf kapital, dirangkai dengan tanda hubung.
s.d., bukan s/dLatih: Singkatan dan akronimSingkatan dua huruf diberi titik di setiap huruf; garis miring tidak dipakai untuk sampai dengan.
pukul 09.00 s.d. 11.00 WIBRp12.000,00, bukan Rp. 12.000Latih: Singkatan dan akronimLambang mata uang ditulis tanpa titik dan rapat dengan angkanya.
ke-3 atau ketiga, bukan ke 3Latih: Angka dan bilanganKe- dirangkai tanda hubung dengan angka Arab dan serangkai dengan huruf; bentuk ke-tiga tidak ada.
1990-an, bukan 1990anLatih: Angka dan bilanganAngka yang mendapat akhiran -an dirangkai dengan tanda hubung.