Materi
Tidak semua bahan yang masuk ke produk dihitung sebagai BBB. Bahan yang nilainya kecil atau sulit diukur per produk, seperti paku, lem, dan benang, disebut bahan tidak langsung. Begitu pula pekerja pabrik yang tidak mengerjakan produk tertentu, seperti mandor, petugas gudang bahan, atau teknisi mesin: upah mereka disebut tenaga kerja tidak langsung. Keduanya masuk BOP bersama biaya pabrik lain seperti listrik, air, dan penyusutan mesin produksi.
Dari tiga unsur itu lahir dua jumlah yang sering dipakai. Biaya prima adalah BBB ditambah BTKL, yaitu biaya yang langsung menempel pada produk. Biaya konversi adalah BTKL ditambah BOP, yaitu biaya untuk mengubah bahan menjadi produk jadi. BTKL masuk keduanya. Biaya konversi dipakai lagi di modul 4, karena di process costing bahan dan konversi dihitung terpisah.
Contoh di usaha tahu, Kediri, satu minggu:
| Unsur | Jumlah |
|---|---|
| BBB (kedelai) | Rp6.000.000 |
| BTKL (upah penggiling dan pencetak) | Rp2.500.000 |
| BOP (kayu bakar, cuka, penyusutan mesin giling) | Rp1.700.000 |
Biaya prima = 6.000.000 + 2.500.000 = 8.500.000
Biaya konversi = 2.500.000 + 1.700.000 = 4.200.000
Total produksi = 6.000.000 + 2.500.000 + 1.700.000 = 10.200.000Di lembar kerja, golongan tiap pos ditulis di satu kolom, lalu jumlah per golongan diambil dengan SUMIF. Biaya prima dan konversi tinggal menjumlahkan hasil SUMIF itu.