Materi
Biaya di pabrik mengalir melewati tiga persediaan. Bahan dibeli dan disimpan sebagai persediaan bahan baku. Bahan yang diambil ke lantai produksi, bersama BTKL dan BOP, masuk ke barang dalam proses (BDP). Produk yang selesai pindah ke persediaan barang jadi, dan yang terjual pindah ke harga pokok penjualan (HPP).
Laporan harga pokok produksi mengikuti aliran itu dalam tiga langkah. Pertama, bahan baku dipakai sama dengan persediaan bahan awal ditambah pembelian dikurangi persediaan bahan akhir. Kedua, total biaya produksi periode ini adalah bahan baku dipakai ditambah BTKL dan BOP. Ketiga, harga pokok produksi sama dengan BDP awal ditambah total biaya produksi dikurangi BDP akhir. Angka terakhir ini mengukur biaya barang yang SELESAI periode ini, termasuk yang mulai dikerjakan periode lalu.
HPP pabrik lalu dihitung dari barang jadi: persediaan barang jadi awal ditambah harga pokok produksi dikurangi persediaan barang jadi akhir. Bentuknya sama dengan HPP toko di kelas Hitungan Untung Rugi Usaha (hu-l2); bedanya, yang ditambahkan adalah harga pokok produksi, bukan pembelian barang dagang.
Contoh pabrik sambal, Surabaya (ribuan rupiah)
Bahan dipakai = 3.000 + 12.500 − 2.500 = 13.000
Biaya produksi = 13.000 + 6.000 + 4.000 = 23.000
HP produksi = 1.200 + 23.000 − 1.700 = 22.500
HPP = 2.000 + 22.500 − 3.100 = 21.400