Materi
Karena tarif dihitung dari estimasi, BOP yang dibebankan ke pesanan jarang persis sama dengan BOP yang sungguh terjadi. Akun BOP menampung keduanya. Tagihan listrik, gaji mandor, dan penyusutan mesin dicatat di debit akun BOP. Saat BOP dibebankan ke pesanan, akun BDP didebit dan akun BOP dikredit sebesar tarif × dasar sesungguhnya.
BOP sesungguhnya: (D) BOP (K) Kas / Utang / Akumulasi penyusutan
BOP dibebankan: (D) Barang dalam proses (K) BOPDi akhir tahun, saldo debit berarti BOP sesungguhnya lebih besar daripada yang dibebankan: BOP kurang dibebankan. Biaya pesanan yang sudah terjual tercatat terlalu kecil, sehingga penyesuaiannya menambah HPP dengan mendebit HPP dan mengkredit BOP. Saldo kredit berarti BOP lebih dibebankan; HPP tercatat terlalu besar, sehingga penyesuaiannya mengurangi HPP dengan mendebit BOP dan mengkredit HPP. Setelah penyesuaian, saldo akun BOP nol. Perusahaan dengan selisih besar membaginya ke BDP, barang jadi, dan HPP; kelas ini memakai penyesuaian langsung ke HPP.
Contoh: tarif Rp8.000 per jam TKL, jam sesungguhnya 10.000, sehingga BOP dibebankan Rp80.000.000. BOP sesungguhnya Rp83.500.000. Saldo debit Rp3.500.000 adalah BOP kurang dibebankan, dan HPP naik Rp3.500.000.