Materi
Kamu baru bergabung dengan tim anotasi TokoKita di Yogyakarta. Sebelum mendapat antrean sendiri, kamu diminta melabeli enam tiket contoh dan memeriksa draf label milik Dimas, anotator yang juga baru. Pedomannya sama dengan pelajaran sebelumnya.
| Label | Definisi (bukti yang harus ada di teks tiket) | Contoh |
|---|---|---|
| PEMBAYARAN | Menyebut transaksi uang yang sudah atau akan dilakukan: transfer, saldo terpotong, tagihan, pengembalian dana | “Sudah transfer tapi pesanan belum diproses” |
| PENGIRIMAN | Menyebut status, lokasi, keterlambatan, atau kerusakan paket dalam perjalanan | “Paket belum bergerak dari gudang Bekasi” |
| AKUN | Menyebut masuk (login), kata sandi, PIN, nomor HP atau email terdaftar, atau akun diblokir | “Lupa kata sandi, email tidak menerima tautan” |
| TDD | Tidak dapat ditentukan: tidak menyebut satu pun unsur di atas | “Halo kak, mau tanya” |
Bila lebih dari satu label cocok, prioritasnya PEMBAYARAN > PENGIRIMAN > AKUN. Enam tiket contoh:
| No. | Tiket |
|---|---|
| T1 | Tagihan bulan ini muncul dua kali di rekening saya. |
| T2 | Akun saya diblokir setelah salah memasukkan PIN tiga kali. |
| T3 | Kode OTP tidak masuk ke HP waktu saya mau membayar pesanan. |
| T4 | Status paket sudah tiga hari “sedang dikemas”. |
| T5 | Barangnya kok beda warna dari foto ya? |
| T6 | Tolong dibantu kak. |
Cara kerjanya: baca teks, tandai unsur yang disebut, cocokkan dengan definisi, lalu terapkan prioritas. Jangan menambah unsur yang tidak tertulis, misalnya menebak bahwa barang beda warna pasti berujung permintaan uang kembali.
Memeriksa draf orang lain memakai urutan yang sama, ditambah satu pertanyaan: apakah label yang dipilih punya bukti di teks? Label tanpa bukti adalah pelanggaran pedoman, walaupun tebakannya mungkin cocok dengan kejadian sebenarnya. Pedoman PASCAL VOC memberi sikap serupa: objek tidak dilabeli bila anotator tidak yakin objek itu apa. Dataset hanya bisa diperiksa ulang bila setiap label bisa ditelusuri ke aturan dan bukti yang sama.