Panjang-pendeknya vokal membedakan arti kata dalam Bahasa Belanda: de man (pria) berbeda dari de maan (bulan), dan de bom (bom) berbeda dari de boom (pohon). Vokal yang ditulis ganda selalu panjang. Selain itu berlaku aturan suku kata: pada suku kata terbuka, yaitu suku kata yang berakhir vokal, satu vokal pun dibaca panjang. Karena itu jamak de maan ditulis de manen dengan satu a, sebab pemenggalannya ma-nen membuat suku pertama terbuka. Sebaliknya jamak de man ditulis de mannen dengan n ganda agar suku pertamanya tetap tertutup dan a-nya tetap pendek.
| Vokal pendek | Contoh | Vokal panjang | Contoh |
|---|---|---|---|
| a | de man (pria) | aa | de maan (bulan) |
| e | het bed (tempat tidur) | ee | twee (dua) |
| o | de bom (bom) | oo | de boom (pohon) |
| u | de bus (bus) | uu | het vuur (api) |
| i | het kind (anak) | ie | het bier (bir) |
- De maan is mooi, en de mannen kijken.Bulannya indah, dan para pria menonton.
Gabungan oe berbunyi persis seperti u dalam Bahasa Indonesia, sehingga het boek dibaca «buk» — dan kata buku memang serapan dari boek. Ejaan Indonesia sebelum 1947 memakai oe untuk bunyi yang sama, sebagaimana terlihat pada nama Soekarno. Gabungan ui adalah bunyi yang paling jauh dari Bahasa Indonesia: bibir dibulatkan lalu digeser, seperti pada het huis (rumah). Huruf g dan gabungan ch sama-sama berbunyi gesekan tenggorokan, sedangkan sch berbunyi s yang langsung diikuti gesekan itu, seperti pada de school (sekolah).
| Gabungan | Bunyi | Contoh |
|---|---|---|
| oe | u Bahasa Indonesia | het boek (buku), goed (bagus) |
| ui | œy, bibir dibulatkan lalu digeser | het huis (rumah), de ui (bawang) |
| eu | ø, e dengan bibir bulat | de deur (pintu), leuk (menyenangkan) |
| ij / ei | εi | wijn (anggur), het ei (telur) |
| au / ou | au | blauw (biru), oud (tua) |
| g / ch | gesekan tenggorokan «kh» | goed (bagus), de nacht (malam) |
| sch | s diikuti gesekan «kh» | de school (sekolah), schrijven (menulis) |
| ng | ng, satu bunyi | de jongen (anak laki-laki) |
- Het huis is oud, maar de school is nieuw.Rumahnya tua, tetapi sekolahnya baru.
Dua kebiasaan pengucapan membuat ucapan penutur asli terdengar berbeda dari tulisannya. Pertama, akhiran -en kehilangan bunyi n pada percakapan sehari-hari, sehingga lopen (berjalan) terdengar «lope». Kedua, konsonan b dan d di akhir kata mengeras menjadi p dan t, sehingga de hond (anjing) terdengar «hont» dan ik heb terdengar «ik hep». Menirukan kedua kebiasaan itu belum wajib pada tingkat A1, tetapi mengenalinya wajib agar rekaman terdengar cocok dengan teksnya.
- lopen (berjalan) terdengar «lope» — n pada akhiran -en hampir selalu hilang dalam percakapan
- de hond (anjing) terdengar «hont» — d akhir mengeras; pada jamak de honden bunyi d kembali lunak karena tidak lagi di akhir kata
- goed (bagus) terdengar «khut» — g berbunyi «kh», oe berbunyi u, dan d akhir mengeras menjadi t
- ik heb (saya punya) terdengar «ik hep» — b akhir mengeras menjadi p
- De honden lopen in het park.Anjing-anjing itu berjalan di taman.