Kalimat berita Bahasa Belanda tunduk pada satu aturan utama: kata kerja yang berkonjugasi menempati posisi kedua. Selama subjeknya berada di depan, hasilnya menyerupai kalimat Bahasa Indonesia, yaitu subjek, kata kerja, lalu keterangan. Yang perlu dipegang sejak awal, aturan itu mengatur posisi kata kerja, bukan posisi subjek. Posisi dihitung per kelompok kata, bukan per kata, sehingga Mijn oude buurman (tetangga tua saya) tetap mengisi satu posisi saja.
- Mijn broer woont in Surabaya.Saudara laki-laki saya tinggal di Surabaya.
- [Ik] [woon] [in Jakarta] — subjek, kata kerja di posisi kedua, lalu keterangan
- [Mijn oude buurman] [werkt] [in een winkel] — tiga kata di depan, tetap satu posisi
- Posisi dihitung per kelompok kata yang berfungsi sebagai satu bagian kalimat
Keterangan waktu atau tempat sering ditempatkan di depan untuk menegaskannya. Begitu posisi pertama terisi bagian lain, kata kerja tetap bertahan di posisi kedua, sehingga subjeknya berpindah ke belakang kata kerja. Perpindahan itu disebut inversi. Di titik inilah kebiasaan menyusun kalimat Bahasa Indonesia menyesatkan, karena urutan besok saya pergi terasa wajar di telinga penutur Indonesia.
| Susunan netral | Posisi pertama diisi keterangan |
|---|---|
| Ik ga morgen naar de markt. | Morgen ga ik naar de markt. |
| Wij eten vandaag vis. | Vandaag eten wij vis. |
| Het regent in de herfst veel. | In de herfst regent het veel. |
Kalimat tanya memakai aturan yang sama. Pertanyaan ya atau tidak menempatkan kata kerja di posisi pertama: Woon je hier? Pertanyaan isian menempatkan kata tanya di posisi pertama sehingga kata kerja tetap di posisi kedua: Waar woon je? Bahasa Belanda tidak memiliki kata bantu tanya semacam apakah maupun do dalam Bahasa Inggris.
- wiesiapa — Wie is dat?
- watapa — Wat eet je?
- waardi mana — Waar woon je?
- wanneerkapan — Wanneer begin je?
- waarommengapa — Waarom leer je Nederlands?
- hoebagaimana — Hoe heet je?
- hoeveelberapa — Hoeveel kost het?
- welke / welkyang mana — welke untuk kata de, welk untuk kata het
- Waar woon je? — Ik woon in Utrecht.Kamu tinggal di mana? — Saya tinggal di Utrecht.
Bagian tengah kalimat punya urutan tetap: waktu, cara, lalu tempat, yang dalam Bahasa Belanda disingkat tijd, manier, plaats. Kebiasaan Bahasa Indonesia menempatkan tempat lebih dulu, seperti pada saya pergi ke pasar besok, sedangkan Bahasa Belanda meletakkan tempat paling belakang.
- Ik ga morgen met de trein naar Amsterdam.Besok saya pergi ke Amsterdam dengan kereta.