Materi
Bunga majemuk berarti imbal hasil yang sudah diperoleh ikut menghasilkan imbal hasil pada periode berikutnya — Investor.gov menyebutnya 'bunga atas bunga'. Pokok Rp100 pada imbal hasil 5% setahun menjadi Rp105 pada akhir tahun pertama, lalu Rp110,25 pada akhir tahun kedua: tambahan Rp0,25 itu berasal dari bunga yang ikut berbunga. Membiarkan pokok dan hasilnya tumbuh selama waktu yang panjang adalah inti membangun kekayaan secara bertahap.
Mekanika rumusnya, A = P × (1 + i)ⁿ beserta frekuensi pemajemukan, diturunkan langkah demi langkah di kelas Matematika Uang. Di kelas ini bunga majemuk dipakai sebagai dasar keputusan: makin panjang jangka waktu, makin besar peran pelipatan, sehingga memulai lebih awal berpengaruh besar pada hasil akhir.
Aturan 72 adalah cara cepat memperkirakan berapa lama sebuah nilai berlipat dua. Bagi angka 72 dengan laju imbal hasil per tahun dalam persen, dan hasilnya adalah perkiraan jumlah tahun untuk berlipat ganda. Pada laju 8% setahun, perkiraannya 72 ÷ 8 = 9 tahun. Arah sebaliknya juga berlaku: bila sebuah nilai berlipat dalam 6 tahun, perkiraan lajunya 72 ÷ 6 = 12% setahun.