Materi
Keputusan investasi sering terganggu oleh perilaku, bukan oleh angka. FOMO, yaitu takut ketinggalan, mendorong seseorang membeli hanya karena harga sedang naik cepat dan orang lain ramai membelinya. Perilaku ikut-ikutan membuat keputusan mengekor keramaian tanpa dasar sendiri. Keduanya kerap membuat pembelian terjadi saat harga sudah tinggi.
Menebak waktu terbaik untuk masuk dan keluar pasar — sering disebut market timing — menuntut tepat dua kali sekaligus, saat membeli dan saat menjual, dan kesalahan kecil pada waktunya berdampak besar pada hasil. Karena itu, mengatur jadwal masuk yang tetap lebih dapat dijalankan daripada menebak titik terbaiknya.
Setoran berkala, yang dikenal sebagai dollar-cost averaging, berarti menanam dana dalam jumlah yang sama pada selang waktu yang tetap, tanpa menghiraukan naik-turunnya harga. Dengan pola ini, dana yang sama membeli lebih banyak unit ketika harga murah dan lebih sedikit ketika harga mahal, sehingga harga rata-rata pembelian tidak bergantung pada satu titik waktu.