Materi
GHG Protocol Corporate Standard menguraikan langkah menghitung emisi: kenali sumber emisi, pilih pendekatan hitung, kumpulkan data aktivitas dan pilih faktor emisi, terapkan alat hitung, lalu gabungkan ke tingkat perusahaan. Pendekatan yang paling sering dipakai adalah emisi = data aktivitas × faktor emisi. Data aktivitas adalah besaran yang terukur, seperti kWh listrik, liter bahan bakar, atau kilometer-penumpang; faktor emisi adalah emisi per satuan aktivitas itu.
Faktor emisi diterbitkan lembaga dan diperbarui berkala; EPA, misalnya, menyediakan GHG Emission Factors Hub untuk pelaporan organisasi. Karena itu setiap hitungan harus menyebut faktor apa, dari mana, dan tahun berapa. Untuk listrik jaringan, Scope 2 Guidance menyebut metode location-based yang memakai faktor rata-rata jaringan setempat. Untuk bensin, EPA memakai 8.887 g CO2 per galon dengan anggapan seluruh karbonnya menjadi CO2, atau sekitar 2,35 kg per liter.
Contoh. Kantor memakai 1.200 kWh listrik dengan faktor contoh 0,7 kg CO2e per kWh: 1.200 × 0,7 = 840 kg CO2e = 0,84 t CO2e, karena 1 t = 1.000 kg.