Materi
GHG Protocol membagi emisi perusahaan ke tiga scope. Scope 1 adalah emisi langsung dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan: pembakaran di boiler, tungku, dan kendaraan milik sendiri, emisi proses, serta emisi fugitive seperti kebocoran peralatan pendingin. Scope 2 adalah emisi dari pembangkitan listrik yang dibeli dan dipakai perusahaan; emisinya terjadi secara fisik di pembangkit. Scope 3 adalah emisi tidak langsung lainnya dari sumber milik pihak lain, misalnya bahan yang dibeli, perjalanan dinas karyawan, perjalanan pulang-pergi karyawan, pembuangan limbah, dan kendaraan kontraktor. Standar ini mewajibkan Scope 1 dan 2 dilaporkan sekurang-kurangnya; Scope 3 Standard menguraikan 15 kategori hulu dan hilir.
Untuk mengurangi emisi, IPCC AR6 Bab 5 memakai kerangka Avoid-Shift-Improve. Avoid menghindari pemakaian energi yang tidak diperlukan dengan merancang ulang cara layanan diberikan. Shift beralih ke teknologi dan sistem efisien yang sudah ada. Improve meningkatkan efisiensi teknologi yang dipakai. Contoh dari bab itu untuk transportasi: kerja jarak jauh menghindari perjalanan (Avoid), bus cepat menggantikan mobil pribadi (Shift), dan bus listrik bertenaga energi terbarukan (Improve).