Materi
EIA membagi semua sumber energi menjadi terbarukan dan tak terbarukan. Sumber terbarukan terisi ulang secara alami tetapi alirannya terbatas: praktis tidak habis, namun ketersediaannya terbatas, misalnya energi surya hanya ada saat matahari bersinar. Lima sumber terbarukan utama menurut EIA adalah surya, panas bumi, angin, biomassa, dan tenaga air.
Sumber tak terbarukan disebut begitu karena persediaannya terbatas pada apa yang bisa ditambang atau diambil dari bumi. EIA mendaftar minyak bumi, cairan gas hidrokarbon, gas alam, batu bara, dan energi nuklir. Bahan bakar fosil adalah batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Jadi nuklir tergolong tak terbarukan tetapi bukan fosil. EIA juga mencatat bahwa pemakaian bahan bakar fosil adalah sumber emisi CO2 terbesar di Amerika Serikat.
Pembagian lain adalah primer dan sekunder. Sumber primer adalah energi dalam bentuk aslinya, seperti batu bara atau sinar matahari. Listrik dan hidrogen adalah sumber sekunder, karena dihasilkan dari sumber primer. Contoh. Listrik dari pembangkit tenaga air adalah energi sekunder yang dibuat dari sumber primer terbarukan; listrik dari pembangkit batu bara dibuat dari sumber primer fosil.